Vietnam Pasang ZU-23-2 Pada Casis BTR-50PK?

7
28
Kendaraan amfibi lapis baja BTR-50PK © Billyhill viaWikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rencana Vietnam mengerahkan senjata anti-pesawat ZU-23-2 pada chassis truk lintas negara dan kendaraan tempur beroda rantai akan membawa kegembiraan luar biasa, seprti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Saat ini militer Vietnam masih memiliki sejumlah besar senjata anti pesawat ZU-23-2 23 mm. Dalam peperangan modern, masalah meningkatkan mobilitas untuk senjata darat secara umum atau ZU-23-2 adalah kebutuhan yang sangat mendesak.

Banyak pasukan di dunia, bahkan kelompok pemberontak pun, telah mengintegrasikan meriam ZU-23-2 ke dalam berbagai casis beroda atau casis berantai untuk menciptakan artileri anti-pesawat yang swagerak.

Berdasar atas permintaan dan dari pengalaman yang ada artileri anti-pesawat swagerak ZU-23-2, Vietnam juga akan memasang senjata ini pada berbagai jenis casis.

Artileri anti pesawat ZU-23-2 pada casis KamAZ 43118 © Bao Dat Viet

Kendaraan yang digunakan untuk mengintegrasikan meriam ringan tersebut bervariasi, mulai dari truk Ural atau KamAZ 43118, yang banyak dimiliki oleh tentara Vietnam. Berdasarkan sumber publik, artileri swagerak ZU-23-2 kaliber 23 mm memiliki fitur taktis yang tak kalah dengan produk lain di dunia.

Tidak hanya itu, para insinyur militer Vietnam telah mengintegrasikan peluncur rudal anti-pesawat pada meriam ZU-23-2 untuk menciptakan grup rudal anti-pesawat yang bergerak sendiri.

Namun, casis roda juga memiliki kelemahan yaitu waktu transisi dari berbaris ke medan tempur serta sebaliknya sedikit lebih lama, dan kemampuan menyeberangi medan juga terbatas.

Oleh karena itu, Vietnam juga telah memasang meriam ZU-23-2 pada truk turret M548 setelah tahun 1975.

Meriam anti-pesawat ZU-23-2 pada casis truk crawler M548 © Bao Dat Viet

Meskipun chassis M548 memecahkan sebagian besar masalah pada dalam truk beroda, itu masih memiliki kelemahan karena tidak memiliki kemampuan untuk mengarungi. Oleh karena itu, disarankan bahwa Vietnam harus menempatkan meriam ZU-23-2 pada casis tank amfibi.

Platform crawler BTR-50PK adalah yang paling banyak dibicarakan, karena memiliki atap yang cukup besar, mampu menerima senjata anti-pesawat dan bahkan itu dapat menembak 360 derajat.

Yang lebih mengejutkan, selama Perang Anti-Amerika, Vietnam memakai ZU-23-2 pada kendaraan lapis baja BTR-50PK dan hasilnya positif. Sayangnya, proyek itu belum di implementasikan dalam skala besar.

Kendaraan lapis baja BTR-50PK hingga saat ini masih digunakan oleh Angkatan Darat Vietnam. Namun, ketika situasi telah berubah, berdasarkan pengalaman di masa lalu, penyebaran model ini secara luas telah diterapkan untuk membantu senjata lama agar lebih memenuhi persyaratan dalam peperangan modern.

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY