Nov 232018
 

dok. USS Fitzgerald (DDG 62) saat transit di Laut China Selatan. (U.S. Navy via commons.wikimedia.org)

Hanoi – Jakartagreater.com – Pembuatan sarana baru China di bagian terpencil Laut China Selatan, yang disengketakan, adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan Vietnam, kata kementerian luar negerinya pada Kamis, 22-11-2018, dirilis Antara.

Sarana itu terletak di tempat strategis Karang Bombay dan terungkap dalam gambar satelit yang diterbitkan pekan ini oleh kelompok pemikir Amerika Serikat. Kelompok tersebut mengatakan sarana itu kemungkin akan digunakan untuk tujuan ketentaraan.

“Dengan melanjutkan kegiatannya di Paracel Vietnam, China secara sungguh-sungguh melanggar kedaulatan Vietnam di kepulauan itu,” kata wanita juru bicara Kementerian Luar Negeri Nguyen Phuong Tra dalam jumpa pers pada Kamis.

“Kami sangat keberatan dengan tindakan China itu dan menuntut China segera menghentikannya, tidak mengulangi kegiatan serupa, dan menghormati kedaulatan Vietnam sesuai dengan hukum antarbangsa,” kata Nguyen Phuong Tra.

Malaysia, Filipina, Taiwan dan Brunei juga bersaing dalam mendaku wilayah di Laut China Selatan, yang dikenal di Vietnam sebagai “Laut Timur”.

Jalur laut strategis itu didaku hampir seluruhnya oleh China. Pembangunan prasarana tentara dan lain-lain yang terus dilakukannya di kepulauan buatan dan terumbu karang di sana telah memicu ketegangan kawasan dan membuat marah Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, pada Rabu menyatakan kedaulatan China atas kepulauan Paracel tidak dapat dibantah dan tidak ada salahnya China membangun di wilayahnya sendiri.

Amerika Serikat pada awal bulan ini kembali mendesak China menghentikan militerisasi Laut China Selatan.

Bagikan: