Vietnam Protes Pendaratan Pesawat China di Spratly

China mendaratkan dua jet komersial di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan

Hanoi – Vietnam kembali memperingatkan China yang telah melakukan pelanggaran wilayah di gugusan kepulauan Spratly, Laut China Selatan. Peringatan ini merupakan protes diplomatik pertama yang dilayangkan Vietnam terhadap China.

Peringatan disampaikan akibat dua pesawat sipil China melakukan pendataran di salah satu gugusan kepulauan Spratly, yang menurut Vietnam menjadi bagian dari negara mereka.

Wilayah kepulauan Spratly saat ini menjadi salah satu sengketa wilayah antara kedua negara.

Sebelumnya, media Pemerintah China menyebutkan dua pesawat sipil mereka telah mendarat di Kepulauan Spratly (6/1/2016).

Vietnam mengecam tindakan China. Pendaratan dua pesawat sipil itu, dinyatakan telah mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Laut China Selatan.

Pendaratan dua pesawat China di pulau buatan LCS

Vietnam melayangkan protes diplomatik pertama terhadap China. “Aksi itu merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan Vietnam dan mengancam kedamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar Menteri Luar Negeri Vietnam, Le Hai Binh, (8/1/2016).

Vietnam meminta China segera menghentikan uji coba penerbangan tersebut. “China harus segera menghentikan aksi tersebut, yang justru menambah dan memperumit sengketa”, ujar Binh.

Aksi China dengan melakukan klaim terhadap seluruh wilayah Laut China Selatan mengundang sengketa wilayah dengan dengan sejumlah negara, termasuk Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darusallam, dan Taiwan.

AFP