Nov 212018
 

Vietnam mengubah Igla menjadi rudal pertahanan udara untuk kapal pemburu © QPVN

JakartaGreater.com – Angkatan Bersenjata Vietnam sukses mengintegrasikan peluncur rudal 9K38 Igla pada kapal pemburu Petya. Dalam kisah brigade Black Sabbath baru-baru ini, saluran televisi militer, QPVN menyiarkan gambar yang menunjukkan keberadaan peluncur rudal anti-pesawat jarak pendek (VSHORAD) pada kapal perang Petya, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Dari gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa Vietnam telah memperbaiki dirinya untuk memasang rudal igla guna menambah daya gempur pertahanan untuk kapal pemburu Petya demi memenuhi tugas melindungi pulau-pulaunya.

Sistem rudal 9K38 Igla merupakan peluncur rudal yang menggunakan detektor infra-merah. Jadi pada dasarnya, mereka tidak bergantung pada radar kapal perang, tetapi pada rudal itu sendiri untuk mendeteksi dan menghancurkan target.

Peluncur rudal permukaan-ke-udara jarak pendek 9K38 Igla© Andre Gustavo Stumpf Filho

9K38 Igla adalah rudal permukaan-ke-udara jarak pendek yang disebut NATO sebagai SA-18 Grouse merupakan MANPADS buatan Rusia/Soviet yang memasuki layanan pada awal 1980-an.

Rudal ini secara resmi diterima ke dalam angkatan bersenjata Uni Soviet pada tahun 1983. Dan telah diekspor ke sekitar 20 – 30 negara diseluruh dunia dan sangat efektif dalam beberapa konflik bersenjata.

Peluncur rudal Igla beratnya sekitar 17,9 kg, dengan amunisi rudal seberat 10,8 kg dan sudah termasuk hulu ledak seberat 1,17 kg serta dilengkapi detektor inframerah yang meningkatkan respon terhadap langkah-langkah jamming jet tempur musuh.

Secara khusus, probe Igla meningkatkan kemampuan untuk mencegat target dari arah depan selain kemampuan menyerang posisi mesin yang memancarkan panas paling kuat. Rudal Igla dapat menjatuhkan sasaran pada jarak maksimum 5,2 km.

Seiring dengan paket upgrade rudal anti-pesawat, Vietnam juga diyakini telah berhasil menerapkan serangkaian upgrade baru pada kapal pemburu Petya, termasuk mengganti layar radar yang lebih tua dengan panel LCD.

Menurut Daily News pada pertengahan 2016, Vietnam telah bermitra dengan India untuk menggantikan sistem sonar demi memperkuat kemampuan perang anti kapal selamnya untuk kelas non-kombatan yang baru.