Mar 152019
 
IMG-20190313-WA0005

Dijelaskan Dansatgas Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, saat menerima kunjungan Wakil Sekjen PBB di TP. 36, juga dihadiri oleh Dansektor Timur UNIFIL Brigadier General Antonio Romero Losada dan Force Commander (FC) UNIFIL Major General Stefano Del Col.

Lebanon Selatan, Jakartagreater.com    –    Sebelum pembangunan T-Wall, Temporary Point (TP) 36 dan 37 merupakan daerah yang paling sensitif dan paling memungkinkan terjadinya kontak tembak antara Israel dan Lebanon.

Hal tersebut dipaparkan Dansatgas Indobatt Konga XXIII-M/UNIFIL Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya pada Minggu 10-3-2019 saat menerima kunjungan Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Pemeliharaan Perdamaian Mr. Jean-Pierre Lacroix, Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Dijelaskan Dansatgas, saat menerima kunjungan Wakil Sekjen PBB di TP. 36, juga dihadiri oleh Dansektor Timur UNIFIL Brigadier General Antonio Romero Losada dan Force Commander (FC) UNIFIL Major General Stefano Del Col.

“Sebelum kedatangan Wakil Sekjen PBB untuk Operasi Pemeliharaan Perdamaian, Mr jean-Pierr Lacroic yang didampingi oleh FC UNIFIL, terlebih dahulu kita menyambut kedatangan Dansektor Timur UNIFIL di TP.36,” ungkap Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya.

“Kedatangan Dansektor Timur pun pada dasarnya untuk mendampingi rombongan dan memaparkan kondisi terakhir wilayah ini kepada Wakil Sekjen PBB,” tambahnya. Setelah Israel membangun T-Wall, ujar Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, dalam beberapa waktu belakangan ini di TP. 36 dan TP. 37 menyita perhatian para pejabat UNIFIL dan PBB, bahkan pejabat politik dunia.

“Jarak antara TP. 36 dengan TP. 37 sekitar 1,5 km. Secara kebetulan wilayah paling sensitif dan paling memungkinkan terjadinya kontak tembak antara Israel dan Lebanon ini masuk dalam Area Of Authority, Satgas Indobatt,” tandasnya.

“T-Wall dibangun sepanjang perbatasan Isreal-Lebanon, dengan dilengkapi besi dibagian atasnya, sehingga diharapkan oleh pihak Israel tidak ada pelintas dari Lebanon dan mengurangi terjadinya kontak tembak antar pasukan kedua negara ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya menyampaikan bahwa di daerah operasi Satgas Indobatt terdapat beberapa wilayah yang merupakan rangkaian dari Blue Line (Garis Demarkasi) yang membatasi wilayah Lebanon dan Israel, yang saat ini telah dibangun T-Wall dan pagar besi diatasnya (iron net dan iron grill).

“Seperti Panorama Point, Flag Point, TP 36 dan TP 37 dan beberapa hot spot lainnya,” terang Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya. “Namun demikian, hingga kini belum terjadi insiden yang menonjol antar kedua belah pihak maupun terhadap pihak UNIFIL.

Harapan kita, situasi damai seperti saat ini terus terpelihara demi masa depan kedua negara ini khususnya, dan perdamaian dunia pada umumnya,” harapnya.

Selesai melaksanakan peninjauan di daerah Operasi Indobatt selanjutnya rombongan Wakil Sekjen PBB bergerak menuju daerah operasi lainnya yaitu daerah operasi dari negara Spanyol sebelum kembali ke markas besar UNIFIL di Naqoura.

“Semoga dengan adanya kunjungan dari Wakil Sekjen PBB ini, dapat memberikan informasi dan pandangan yang cukup dalam penyelesaian konflik antar kedua negara ini,”pungkas Dansatgas Indobatt Konga XXIII-M/UNIFIL Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya. (tniad.mil.id)

Bagikan