Feb 222015
 
 Aksi pengumpulan koin untuk Australia di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (photo: Kompas/ Jessi Carina)

Aksi pengumpulan koin untuk Australia di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (photo: Kompas/ Jessi Carina)

Jakarta – Pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang mengungkit-ungkit bantuan tsunami Aceh menuai kecaman di berbagai tempat. Kali ini kelompok Koalisi Pro Indonesia menggelar aksi #KoinUntukAustralia di Bundaran HI Jakarta, Minggu (22/2).

Menurut koordinator aksi, Stenli, gerakan #KoinUntukAustralia dilakukan sebagai peringatan kepada pemerintah agar dapat bertindak tegas atas segala pelanggaran hukum yang dilakukan dan tidak terpengaruh oleh politisasi pihak asing seperti Australia dan negara lainnya.

“Kami minta pemerintah konsisten dalam menegakan hukum. Jangan terpengaruh pihak asing manapun termasuk ucapan Tony Abbott,” ujar Stenli menegaskan.

Ia menambahkan gerakan ini juga dilakukan untuk memperlihatkan bahwa Indonesia masih memiliki martabat di mata dunia. Ia menilai, ucapan yang dilontarkan Tony Abbott sangat tidak sesuai dengan etika Internasional.

“Pernyataan Abbott sangat memprihatinkan. Dengan aksi ini kami ingin memperlihatkan bahwa Indonesia masih memiliki harga diri,” lanjut dia.

Dari pantauan CNN Indonesia, aksi ini dilakukan dengan menggelar banner bergambar Tony Abbott sembari ditaburi dengan kepingan koin dari pejalan kaki yang lewat.

Aksi serupa sebelumnya juga digelar di Aceh. Pernyataan PM Australia Tony Abbott yang mengaitkan bantuan tsunami untuk Indonesia pada 2004 silam dengan hukuman mati mendapat kecaman dari masyarakat Aceh. Sebagai bentuk protes, Kesatuaan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh membuka posko pengumpulan koin untuk Australia.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk melakukan balas budi atas bantuan yang diberikan Australia dengan membatalkan hukuman mati kepada terpidana mati kasus narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Namun, warga Aceh menganggap PM Australia tersebut seharusnya malu dengan komentar yang diungkapkannya dan mereka dengan senang hati akan mengembalikan uangnya.

Bahkan, Warga Aceh meluapkan kekecewaannya dengan menggalang gerakan mengumpulkan koin untuk membayar kembali uang bantuan dari negeri Kangguru itu.

Selain itu, gerakan yang menjadi bentuk protes ini juga ramai diperbincangkan di Twitter. Warga Aceh menggunakan tanda pagar #KoinUntukAustralia untuk melampiaskan kemarahan kepada pemimpin Australia.

Rencananya, koin yang terkumpul nantinya akan langsung diberikan kepada pemerintah melalui Pemkot DKI Jakarta ataupun lembaga tertentu. (CNN Indonesia).


Korban Tsunami Aceh Lelang Giok, Ingin Kembalikan Bantuan Australia

Ilustrasi Giok Aceh milik Kepala Museum Giok Aceh Muhammad Usman (Kompas/ADRIAN FAJRIANSYAH)

Ilustrasi Giok Aceh milik Kepala Museum Giok Aceh Muhammad Usman (Kompas/ADRIAN FAJRIANSYAH)

Meulaboh – Korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, membuka lapak pelelangan batu giok di Kafe Endatukupi, Meulaboh, Aceh Barat, sejak Sabtu (21/2/2015). Aksi penggalangan dana dari batu mulia yang kini sedang tenar dan incaran warga di Aceh dilakukan untuk mengembalikan bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan Pemerintah Australia untuk rakyat Aceh yang dilanda tsunami 26 Desember 2004 silam.

Menurut pantauan Serambinews.com, aksi lelang batu giok dilakukan oleh sekitar 15 korban tsunami dari GPRS. Mereka memajangkan batu giok, baik yang sudah dibuat batu cincin sebagai akik atau yang belum diolah. Aksi korban tsunami tersebut sempat membuat heboh masyarakat yang sedang santai di kafe tersebut serta yang melintasi kawasan tersebut.

Koordinator aksi yang juga Ketua GPRS Aceh Barat, Edi Candra mengatakan, aksi penggalangan dana dari batu giok ini sebagai bentuk kekecewaan korban tsunami kepada Pemerintah Australia. Dalam pernyataan yang disampaikan Perdana Menteri Tony Abbot, Australia mengungkit-ungkit bantuan yang pernah mereka berikan kepada masyarakat Aceh pasca-tsunami silam.

“Dana galangan dari lelang batu giok ini akan kami kirim sebagai bentuk pengembalian bantuan yang pernah Australia realisasikan,” katanya.

Edi menambahkan, galangan dana dari batu giok yang merupakan ikon Aceh saat ini akan terus dilakukan. Selain itu, Pemerintah Aceh juga diminta menyampaikan pernyataan tegas kepada PM Australia, sehingga pelecehan ini tidak akan terulang. Apalagi, bantuan yang mereka realiasasikan pasca-tsunami silam dikaitkan dengan mafia narkoba yang dihukum mati dari kewarganegaraan Australia di Indonesia.

Seperti diketahui, bantuan dari Australia yang pernah dikirim di Aceh Barat pasca-tsunami silam digunakan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi kembali Aceh. Di antaranya untuk membangun sejumlah sekolah, kantor pemerintah, serta kantor desa. (Kompas).

  110 Responses to “Warga Kembalikan Bantuan Tsunami Australia”

  1.  

    Inilah akibat Narkoba diPolitisasi buat ngeDONGKRAK Popularitas yg sedang ANJLOK..maksud hati biar dpt simpati warga Australia bak Super Hero Kesiangan skrng malah mendapat MALU..Militer Indonesia malah unjuk gigi atas perintah Panglima TNI yg gagah berani & dari warga Indonesia malah diLECEHkan dng pengembalian KOIN..nich sy ada koin 5 keping Rp. 500 an..mau Abbot..

  2.  

    bangsa yg kuat adalah bangsa yg bisa satu kata satu tujuan antara pemerintah – tentara – dan rakyatnya demi kebaikan dan kemakmuran bersama. bila tidak maka pecah belah – jajah – dan miskinlah…

  3.  

    lebih baik kumpulkan narkoba se RI seharga bantuan tsunami yang diberikan..lalu kirim kerumah si Abbott..biarkan dia jualan narkoba buat bangsa dan negaranya…

  4.  

    semakin panas hubungan kita dengan australia maka semakin pasti pula su-35 menjadi pengganti f-5 tiger.. (dikarenakan faktor bhwa aussie telah memiliki f-35)

  5.  

    Harga diri Aushit dan si Tonny Abbott TIDAK LEBIH DARI SEKEPING UANG COIN RI ………. !!!

  6.  

    kalau mau ngumpulin koin,, di kasih kemana ya..????

 Leave a Reply