Dec 062015
 
Ilustrasi

Ilustrasi

Teror yang dilakukan kelompok militan Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) di sejumlah negara membuat Indonesia wajib membuat langkah antisipasi dari kemungkinan buruk aksi teror tersebut.

ISIS dinilai telah banyak ‘meracuni’ Warga Negara Indonesia (WNI) dengan paham-paham kekerasan yang mengatasnamakan agama, serta pemahaman yang salah tentang jihad.

“Ancaman terorisme (ISIS) telah menjadi ancaman global. Contoh terhangat adalah teror Paris dan bom Mal Alam Sutera. Dari dua kasus itu, mereka menggunakan materi bom canggih serta tanpa detonator. Materialnya sederhana berupa cat dan tiner dan itu bisa dipelajarai di internet,” kata Kepala BNPT Saud Usman Nasution.

Intinya, kata Saud, Indonesia tidak boleh menyepelekan sekecil apapun ancaman teroris. “Kita harus perkuat seluruh lini bangsa demi melawan berbagai upaya yang berbau terorisme,” ujar dia.

Menurut Saud, pemerintah dan masyarakat wajib mengantisipasi WNI yang baru pulang dari luar negeri, untuk membatasi ruang gerak teroris.

“Tidak hanya WNI yang disinyalir akan pulang atau pergi ke luar negeri (Suriah), tapi kami juga mengantisipasi WNI yang baru pulang dari negara lainnya. Ini dilakukan karena kami menduga sebagian dari WNI itu merupakan anggota jaringan terorisme yang sengaja memanfaatkan jalur TKI ilegal untuk kembali ke Indonesia dan nantinya membuat teror di sini,” ungkap Saud Usman.

Kata Saud, pengawasan wilayah perbatasan dari ancaman terorisme adalah salah satu bagian dari upaya BNPT dalam melakukan pencegahan terorisme.

Dalam urusan terorisme, kata Saud, Indonesia pernah merasakan dampak langsung akibat lemahnya sistem pengawasan di wilayah perbatasan.

Selama ini wilayah perbatasan sering disepelekan dalam upaya mencegah terorisme sehingga sering kecolongan dan dijadikan langganan keluar masuk pelaku terorisme. “Ini tidak boleh terjadi. Makanya sekarang pengawasan di daerah perbatasan dan pintu masuk di bandara, pelabuhan, dan terminal, diperketat. Semua itu dilakukan demi mencegah ancaman terorisme di Indonesia,” pungkas Saud Usman.

  5 Responses to “Waspada ISIS Bikin Bom Tanpa Detonator”

  1.  

    bensol

  2.  

    pertamax kah

  3.  

    100

  4.  

    Papat….

  5.  

    siap siap toko cat akan segera ditutup sebagai bentuk antisipaso…cocok rak?