Waspada Spionase Rusia, Belgia Tinjau Penggunaan Ponsel Pintar oleh Militer

Seorang tentara Belgia ikut serta dalam Rampant Lion, latihan pasukan infanteri reaksi cepat, 26 Februari 2014, selama Kelompok Pertempuran Uni Eropa 2014-02 di Area Pelatihan Grafenwoehr di Grafenwoehr, Jerman. (Markus Rauchenberger – http://www.defenseimagery.mil/imageRetrieve.action?guid=20d503b77a0d589759b68c5e51997f3dc0f6305f&t=2 via commons.wikimedia)

Kantor berita Belgia, Belga, melaporkan bahwa Belgia telah membatasi penggunaan ponsel pintar (smartphone) di tentara karena kekhawatiran spionase dari Federasi Rusia.

“Kita tahu bahwa Rusia tertarik untuk memperoleh data geolokasi seluler. Kami melakukan upaya untuk mencegah kegiatan tersebut dan telah aktif memberikan penjelasan di antara personel selama beberapa tahun. Tetapi ini belum cukup,” kata Kepala Operasi untuk Kepala Staf angkatan bersenjata Belgia, Kolonel Carl Gillis.

Secara khusus, menurut data kolonel, aplikasi seluler “Strava”, yang merupakan aplikasi yang populer untuk merekam aktivitas olahraga seseorang, sering memberikan informasi pribadi dan geolokasi yang sensitif. Sebelumnya, aplikasi lain untuk mengukur aktivitas fisik menghilangkan fungsi untuk mengidentifikasi lokasi seseorang setelah peneliti menentukan bahwa fungsi tersebut dapat mengumpulkan informasi tentang personil militer dan bahkan anggota komunitas intelijen di lebih dari 69 negara.

Ada kekhawatiran serupa tentang fungsi tertentu dari Facebook.

Mengingat keadaan ini, Kementerian Pertahanan Belgia memutuskan untuk meninjau aturan penggunaan aplikasi seluler dan terlibat lebih aktif dalam proses memberi tahu personel tentang kemungkinan risiko. Selain itu, analisis aktif dilakukan selama operasi militer. Sebagai contoh, pasukan Belgia di Mali diizinkan menggunakan smartphone karena militan lokal tidak dapat mencegat data tersebut. Namun, militer di negara-negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia tidak diizinkan menggunakan gadget pribadi.

Sumber: UAWire

Tinggalkan komentar