Oct 142018
 

ilustrasi

Banjarmasin, Jakartagreater.com – Pada era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, Bangsa Indonesia harus bisa mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman global terutama waspada terhadap ancaman nonmiliter yang tak terlihat.

“Banyak ancaman nyata dan belum nyata seperti narkotika patut diwaspadai. Musuhnya tidak terlihat namun dampaknya mulai terasa sedikit demi sedikit bisa menghancurkan pertahanan negara,” kata Kepala Kantor Kementerian Pertahanan Wilayah Kalimantan Selatan Kol Inf Beni Wahyudi, pada Sabtu 12-10-2018 di Banjarmasin.

Menurut dia, pada Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Nonmiliter di Provinsi Kalsel yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai Pemkot Banjarmasin. Dalam seminar itu, Beni menekankan, perlu diketahui bentuk ancaman nonmiliter tidak terlihat tetapi kalau didiamkan akan membahayakan negeri ini.

“Perlu adanya bela negara dari segenap anak bangsa untuk mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman naik militer maupun nonmiliter,” ujarnya pula.

Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel Taufik Sugiono yang juga menjadi narasumber dalam seminar itu mengatakan kondisi bangsa saat ini sedang diancam oleh ancaman nonmiliter berupa bencana yang saat ini banyak sekali terjadi.

“Kita harus bersatu dan bangsa ini terbukti ampuh menghadapi segala ancaman, di mana sistem pertahanan yang tumbuh dan perkembangan dari kesejarahan masa lalu berjuang bisa bangkit dari setiap keterpurukan,” katanya pula.

Pembicara lain Dr Andi Tenri Sompa menyampaikan, ancaman dimensi ideologi saat ini dengan masuk paham komunisme dengan segala propagandanya, liberalisme atau paham kebebasan yang mengancam ideologi Pancasila.

“Ancaman dimensi politik yang dekat bagi kita adalah dengan akan diadakan Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksanakan, tetapi bukan karena pemilunya yang menjadi ancaman nonmiliter tetapi ada oknum-oknum yang harus kita waspadai dalam Pemilu,” kata dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu pula.

Peserta dan undangan yang turut hadir dalam seminar sehari itu, di antaranya Kepala Seksi Intelijen Korem 101/Antasari Mayor Inf Fery A, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkot Banjarmasin M Muhyar, Kasi PAM Rindam VI/Mulawarman Mayor Inf Sidik, Wadir Polairud Polda Kalsel AKBP Kukuh P.

Selanjutnya, Kasat Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Herry Purwanto, Kasdim 1007/Banjamasin Mayor Inf Maserani, Danramil 1007-03/Banjarmasin Barat Mayor Czi Tandra Wideru, Kasiopslat Lanud Syamsudin Noor Kapten Lek Heru Jatmiko, Palaksa KAL Kumai Lettu Laut (P) Rizal Aschamajaya, Dosen Upaya Drs Masrani Noor dan Menwa Kalsel Supiyannor serta mahasiswa UIN dan ULM. (Antara)

 Leave a Reply