Welcome to the Club : China Pastikan Thailand Dapat 3 Kapal Selam

Tentara AS di kapal selam Type 041 Yuan Class, China (Chairman of the Joint Chiefs of Staff)

Militer Thailand bertekad untuk bisa melalui kontroversi rencana pembelian tiga kapal selam tipe 041 yang dimodifikasi dari Cina. Analis politik Yang Mian mengatakan kepada Sputnik bahwa Barat sebagian bertanggung jawab atas oposisi domestik terhadap kesepakatan senjata tersebut.

Yang Mian, seorang ahli hubungan luar negeri di Institut Komunikasi China, mengatakan beberapa negara Barat tidak ingin Beijing dan Bangkok memperdalam kerja sama pertahanan, tanpa secara eksplisit menyatakan siapa mereka.

“Thailand biasa membeli senjata buatan AS. Inilah sebabnya mengapa keputusan Thailand untuk membeli persenjataan China dapat mempengaruhi kepentingan beberapa negara Barat. Selain itu, mereka mencoba menggunakan beberapa kekuatan politik di Thailand melawan China, memicu ketegangan untuk mengejar kepentingan mereka sendiri,” ujar pakar tersebut.

Yang Mian mengatakan bahwa versi ekspor kapal selam China Type 041, yakni S26T, adalah yang terbaik dari segi rasio harga dan kualitas. “Dalam konteks ini, oposisi terhadap kesepakatan tersebut adalah bagian dari permainan politik dalam negeri. Beberapa di kalangan politik Thailand menentang China,” katanya.

Royal Thai Navy meluncurkan kesepakatan tersebut pada tahun 2015, dengan pemerintah menyetujui pembelian kapal selam diesel-electric China senilai USD 390 juta, pada minggu lalu. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Leuchai Ruddis membela keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa “situasi keamanan yang tidak pasti” di wilayah mereka, membuat Thailand membutuhkan kapal selam untuk melindungi perbatasan maritimnya.

Analis pertahanan Konstantin Sivkov mengatakan kepada Sputnik bahwa ketiga kapal selam itu lebih lemah dari kapal selam yang diproduksi di Rusia dan Amerika Serikat. Namun ia menambahkan bahwa kapal selam ini masih dapat mengambil bagian dalam operasi tempur melawan lawan dekat mereka.

“Ini adalah kapal selam generasi kedua menyangkut karakteristik kebisingan. Kapal ini tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan hari ini, namun mereka dapat berdiri melawan kapal selam serupa dari kapal selam proyek lama yang tersebar luas di Asia Tenggara. Dengan kata lain, ini Adalah kapal perang dari negara-negara ‘Dunia Ketiga’ yang mampu menanggapi tantangan pertahanan dalam konflik lokal. Mereka jelas tidak mampu melawan kapal selam Rusia dan Amerika, “analis tersebut menjelaskan.

Sivkov lebih lanjut mengatakan bahwa langkah tersebut akan membantu Beijing meningkatkan pengaruhnya di Thailand.

China, DPRK, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Korea Selatan dan Vietnam saat ini merupakan satu-satunya negara bagian yang dilaporkan mengoperasikan armada bawah permukaan di wilayah ini.

Sputniknews.com