Des 272018
 

© Know Your Meme

JakartaGreater.com – Sebelumnya WikiLeaks telah menerbitkan basis data “Daftar Belanja Kedutaan Besar AS” yang mengungkap lebih dari 16.000 usulan pengadaan oleh kedutaan besar AS di seluruh dunia, seperti dilansir dari laman WikiLeaks.

Berdasar dokumen yang diterbitkan oleh WikiLeaks diketahui bahwa diantara permintaan pesanan yang dibuat oleh lembaga diplomatik AS ada perangkat seperti Penganalisa Ponsel dengan spesifikasi yang memungkinkan pemiliknya untuk mengekstrak dan mendekode semua data dari Android, iOS dan Platform OS Windows mobile, sambil “memintas” kunci pola/kata sandi/PIN”. Perangkat itu dipesan untuk dikirim ke lembaga diplomatik AS di Yerevan, Armenia.

Menurut Permintaan Pembelian No. 50003172 yang dibuat bulan April 2016 dari Kantor Dukungan Pengadaan Regional (RPSO) dari Konsulat Jenderal AS di Frankfurt, perangkat yang dipesan untuk Armenia ini dapat memecahkan kode “Data aplikasi, kata sandi, email, riwayat panggilan, SMS, kontak, kalender, file media, informasi lokasi, dll.”, serta dapat melakukan terjemahan bahasa asing dari konten yang di ekstraksi.

UFED Digital Intelligence Data Forensic memungkinkan penyelidik mendapat informasi dengan fitur kloning kartu SIM © Celebrite via Officer

Permintaan Pembelian No. 5560931 lain yang diselesaikan di bulan November 2016 dari Frankfurt, RPSO termasuk daftar berbagai item seperti “solusi perangkat lunak dan keras untuk pemeriksaan forensik ponsel”, “alat laboratorium dan solusi perangkat keras untuk pemeriksaan forensik ponsel”, “perangkat lunak untuk evaluasi ahli dan analisis data” dari komputer, dll. Barang-barang yang disebutkan diatas harus dikirim ke Kedutaan Besar AS di Podgorica, Montenegro.

Akun twitter WikiLeaks juga memberikan informasi tentang permintaan tahun lalu yang dibuat oleh Kedutaan Besar AS di Panama, tentang “lisensi” Perangkat Ekstraksi Forensik Universal (UFED) buatan Cellebrite untuk mengekstraksi data dari telepon tahanan atau orang ditangkap di Panama.

Kedutaan AS di seluruh dunia membeli perangkat forensik yang mengekstraksi data dari ponsel dan memintas kata sandi. Konsulat AS di Frankfurt membantu memperoleh alat forensik untuk kedutaan besar di Armenia dan Montenegro:

Pada 21 Desember, WikiLeaks mengungkap pesanan pembelian dari kedutaan AS, dimana memberikan informasi tentang lebih dari 500 permintaan diplomatik dan mengungkapkan petunjuk tentang adanya operasi rahasia yang dilakukan oleh Amerika.

Misalnya, dalam permintaan pengadaan Agustus 2018 untuk Peralatan Mata-Mata Taktis, Kedutaan Besar AS di El Salvador meminta vendor untuk menyediakan 94 kamera mata-mata dalam wujud benda yang dipakai sehari-hari seperti dasi, topi, kancing baju, jam tangan, drive USB, korek api dan pulpen, menurut WikiLeaks tanggal 21 Desember.