Jun 212014
 

image

Pahlawan Devisa, sebuah kata yang sudah sangat akrab dan bahkan telah sangat melekat di setiap ingatan para kaum buruh atau pekerja. Tidak jelas dari mana asal-usul lahirnya kata ini, yang terdengar begitu manis, namun seringkali terasa amat sinis bahkan tragis.

Pahlawan, dalam pemikiran kebanyakan orang seringkali terlintas sebagai sosok yang agung, yang telah mengorbankan seluruh kehidupannya untuk mencapai sebuah cita-cita yang mulia dan luhur, atau bagi saya pribadi sewaktu masih kecil, pahlawan adalah individu yang mulia, yang telah berjasa pada bangsa dan negara, serta selalu terbayang ketika mengheningkan cipta. Hehehe..! Maaf, itu hanya pemahaman cetek saya terhadap pemaknaan kata pahlawan.

Baiklah, kita akan mencoba untuk merungkai silsilah lahirnya kata-kata manis ini. Bagi Indonesia dan Philipines, sektor ketenagakerjaan mempunyai nilai dan posisi yang sangat setrategis dalam pondasi perekonomian nasionalnya. Hasil pengiriman berupa uang dari luar negeri terus mengalir setiap tahunnya. Data remitansi/remitance, menunjukan jumlah yang diterima sampai akhir 2013 lalu sudah mencapai lebih dari Rp100 Triliun, atau kurang lebih setara dengan 10% dari nilai APBN yang ada. Fantastis..! Mungkin berangkat dari data inilah, kata-kata julukan atau pujian yang indah itu kemudian lahir.

Konon, sewaktu kita mengalami krisis multidimensi tahun 1998, nilai persentasenya bahkan jauh melebihi angka 10% dari APBN kita. Hal yang bisa kita maklumi, apabila mencermati kondisi perekonomian kita saat itu, hampir tidak ada aktivitas perekonomian yang berarti di kantong-kantong industri yang kita miliki. Semua perekonomian kembali bergerak dari hutan-hutan, kebun, ladang, sawah, tambak dan laut. Untungnya, kita adalah bangsa yang kaya..! Setidaknya, masih ada berkah terpendam yang tersimpan di setiap jengkal tanah dan laut kita.

Perkiraan masyarakat dunia terhadap akan musnahnya nama besar bangsa Indonesia, pudar sudah..! Fakta membuktikan, tetesan keringat bangsa Indonesia yang tersebar di antara hamparan sawah dan ladang, di balik belukar dan gelapnya hutan, di antara kering kerontang bukit dan bebatuan, di bawah atap langit hitam dan ganasnya gelombang pasang, di tengah rintihan pengemis, pelacur dan gelandangan, di dalam khusyuknya doa para pendeta dan alim ulama, serta diantara kerinduan syahdu musyafir kita yang tersebar di berbagai belahan dunia. Tuhan masih merestui bangsa Indonesia untuk tetap berdiri. Kini, perjuangan pahit itu telah mengantarkan bangsa Indonesia sebagai salah satu di antara penguasa ekonomi makro terbesar di dunia. Sebuah sejarah manis, yang baru tercapai setelah sekian puluh tahun kita merdeka, bahkan hanya beberapa tahun setelah kita terbebas dari cengkeraman krisis ekonomi.

Tapi kerja kita belum selesai. Jalan panjang nan terjal dan berliku masih terhampar luas di hadapan. Perjuangan kita masih panjang, dan langkah kita belum waktunya untuk berhenti. Kekosongan, kekurangan, kebobrokan, kerapuhan, keribetan dan keruwetan masih tersisa dan menyangkut dimana-mana. Masih diperlukan waktu yang cukup panjang dan orang-orang yang berkemampuan untuk menyingkirkan segala penghalang dan rintangan yang ada. Kerja keras kita jangan pernah menemui batas, nyatanya, negeri ini belum tuntas..! Ibarat keris Empu Gandring yang direbut Ken Arok saat belum kelar, sangat mematikan, tapi belum bisa menghidupkan, apalagi menghidupi…!

Dalam legenda masyarakat Jepang dikenal sebuah senjata pedang dengan kualitas dan kemampuan yang paripurna, yakni pedang Katana. Pedang ini sangat mematikan. Siapapun yang tergores dan tertusuk oleh ujungnya, maka akan segera menemui ajalnya. Namun disebalik kemampuannya yang mengerikan, pedang ini juga dibekali oleh kemampuan untuk menyembuhkan. Artinya, selain mematikan, pedang ini juga masih bisa menghidupkan. Ujung pedang yang beracun, diimbangi oleh penawar bisa yang tersimpan di ujung gagangnya..! Pendek kata, saya ingin mengatakan bahwa bangsa kita belum sampai pada tahap yang paripurna.

Kita masih wajib untuk berlari kencang mengejar ketertinggalan, bekerja keras untuk mencukupi kekurangan, serta belajar yang tekun untuk meningkatkan kemampuan. Jangan pernah terlena dengan segala keberhasilan yang telah diraih, sejatinya, masih begitu banyak saudara-saudara kita yang gagal melangkah dalam barisan, tereliminasi dalam dunia kompetisi dan terkubur dalam doa dan harapan yang terlampau panjang. Sekedar untuk mengingatkan kita semua, saya ingin memetik tragedi pilu yang baru saja di alami saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, yang mengalami nasib naas saat mereka berniat pulang kampung dengan menaiki kapal-kapal kayu yang biasa digunakan untuk mengangkut barang.

image

Kapal-kapal itu pecah di tengah lautan, dan beberapa di antara mereka harus meregang nyawa diterjang gelombang, beberapa lagi hilang dan belum ditemukan, serta sebagian selamat tetapi harus dirawat di rumah sakit. Sungguh sangat memilukan, sekaligus juga sangat memalukan, apabila pemerintah tidak segera bertindak, melakukan segala perbaikan yang diperlukan. Kejadian ini bukan hanya terjadi saat ini, sudah sangat sering dan akan selalu terjadi di setiap menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Lebaran, setiap tahun..!

Setiap tahun mereka menjadi korban, dan setiap saat mereka menjadi komoditas politik dan ekonomi bagi para pemimpin dan pemimpi yang tak bertanggung jawab. Dalam setiap orasinya, nama mereka harum semerbak kesturi, dipuja bak dewa, dianugerahinya gelar Pahlawan Devisa, dijadikannya sebagai simbol kekuatan bangsa dan negara. Tapi dalam realitinya, mereka seringkali menjadi sapi perah yang kurus kering, dipandang sebelah mata, mendapat perlakuan yang diskriminatif, bahkan dianggap busuk bak sebongkah tai. Pahlawan hanya menjadi sebuah kata rayuan, bukan sebuah kata pengakuan yang tulus, apalagi sebuah penghargaan. Hehehe..! Dalam tahun politik, kehadirannya seperti malaikat dan setan, begitu dekat dan begitu rapat. Tetapi setelah itu, mereka amat jauh dari jangkauan ataupun pandangan.

Kata Pahlawan Devisa akan selalu menghiasi setiap epilog di panggung politik, tetapi setelah mereka gagal atau berkuasa, para Pahlawan Devisa itu tidak pernah menemukan berkah dan titik cerah, yang ada hanyalah titik noktah alias titik akhir. Ketika cerita petualangan mereka berakhir, segalanya pun turut berakhir. Doa, harapan, cinta dan cita-cita, terkubur dalam getir. Selamat jalan saudaraku, semoga damai di sisi sang Khalik..! Doa dan cinta kami akan selalu ada untukmu..! Dari kami yang amat mencinta, tapi belum bisa memberikan makna apa-apa..! Salam hangat bung..! (yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 21 June 2014).

  134 Responses to “Wira Tak Didendang: PAHLAWAN DEVISA”

  1. moga 10 besar…

    • selamat jalan saudaraku… turut berduka cita. para pahlawan yg mungkin keberadaan dan namanya tak akan pernah tertuang dalam lembaran emas sejarah bangsa ini.
      hanya sebagai ‘pelengkap’ saja keberadaanya.
      makasih bung @yayan atas artikelnya yg menyentuh..
      selamat bertugas n jaga kesehatan selalu ya Bung

    • Selamat malam Minggu semuanya..! Apa kabar? Terima kasih untuk segala attensi dan apresiasinya. Tulisan di atas adalah buah perjalanan saya beserta keluarga, saat jalan-jalan tadi pagi. Saya sengaja membawa semua anggota keluarga untuk berlayar menempuh rute Port Klang-Melaka-Port Klang. Kebetulan kami melewati lokasi dimana saudara-saudara kita mengalami musibah itu. Setelah doa bersama, saya iseng menulis artikel tersebut. Sangat feel, tidak ada konsep, dan hanyut begitu saja. Itulah isi hati saya..! Hehehe..! Maaf kalau sedikit alay..! Salam hangat untuk semuanya..!

      • Terima kasih bung@yayan. .
        Anda telah mengingatkan kami tentang saudara2 kita yg di jadikan k0m0diti politik. .
        Di sanjung2 namun akhirnya tetep pada kesendiriannya. .di tmpat yg jauh dari sanak saudara,mengais rejeki namun di lupakan kampung halaman. .tiada tmpat berkeluh. .
        Dan para pemujanya dahulu saling lempar tnggung jawab. .
        Sm0ga kedepan,negara kita kan menjadi negara yg besar . .yang mengakui dan menghormati para pahlawannya. . .

      • Bung yayan terimakasih beritanya. Saya tki(tenaga krj ilegal) di malaysia, sangat menyayangkan kejadian itu, sepatutnya tak terjadi kalau mereka mau mengeluarkan duit Lebih, karena syg duit akhirnya tragedi ini pun terjadi, ini pengalamanku yang keluar masuk lwt jalur resmi Tanpa pasport. Bukanya tak mau buat permit kerja lho ada hal lain yg tak bisa membuat itu

      • Salam hangat jg buat bung yayan.
        Trma ksh bung yayan atas artikel2 anda. Sy sngt menyukai gaya bahasa anda. Tata bahasa dlm kalimat2 anda mengingatkan sy kembali dgn novel2 sastra lama indonesia.. Klu anda berkeinginan utk mjd seorang penulis novel, sy bersedia utk mjd pembeli pertamanya! Hehehe

        Dan terima ksh jg buat para sesepuh JKGR lainnya atas artikel2nya yg mencerdaskan dan memupuk rasa nasionalisme para readernya. Maju terus JGKR!

        • curahan hati bung.. andaikan saja saya ikut di perjalanan bersama bung Yayan.. sayapun mungkin akan ikut merasakan hal yang sama.. berempati atas duka para saudara kita…
          tutur kata tulisan bung yayan yg mengalir.. justru menandakan sebuah kejujuran dan hati tulus..
          salam

  2. 3 besaaaaar..

    • Kita harus buat kapal khusus untuk transportasi saudara-saudara kita ini. Pemerintah melalui PT PAL atau perusahaan perkapalan lain harus membuat kapal angkut yang
      > Dijamin mengapung walau terjadi kebocoran.
      > Dilengkapi perahu-perahu karet sebanding dengan penumpangnya.
      > Kapasitas penumpang-nya kecil atau sedang untuk memudahkan evakuasi.
      > Didesain khusus sehingga jika ada evakuasi bisa cepat dan mudah.
      > Didesain khusus sehingga tidak mungkin kelebihan muatan.
      > Dikawal petugas khusus yg selalu dirotasi agar prosedur keselamatan tetap terjaga.

      Kapasitas kapal tidak besar, tapi jumlahnya bisa diperbanyak. Yang penting saudara-saudara kita selamat. Bangsa yg besar adalah bangsa yg menghargai jasa pahlawannya.

      Maaf kalau kebanyakan ngawur, hanya ingin sumbang saran. Ada ide lain? Mungkin warjager mau menambahkan.

      • Dengan fasilitas itu,pasti jasa pengiriman jd mahal. para TKI jadi enggan memakainya. belum lagi oknum yg tukang palak

        • Hmm.. mungkin uang transportnya bisa diambil dari sebagian devisa ( tidak ada salahnya pahlawan kita ikut menikmati hasil jerih payah-nya ).

          Kita buat sistemnya kapal ini berada di bawah kendali langsung pemerintah. Petugasnya digaji pemerintah, dirotasi berkala, dipecat kalau terbukti tarik pungli ( bisa tanya ke penumpang, apa ada pihak yang minta cost tambahan ).

          • sulit bung, terlalu banyak oknum dinegeri ini, kompakan dari level bawah sampai atas

  3. test test….

  4. comment dulu

  5. Sebuah sudut pandang dr ketahanan nasional yg sering terlupakan; thanks bung yayan; sebuah refleksi yg baik : semoga yg lagi nyapres pd baca dan tau apa yg mesti dilakukan.

  6. Sedih dan Ironis hanya kata ini yang bisa saya ucapkan dan ta Luput Do’a kepada Khadirat Illahi semoga arwah saudara kita diterima disisiNYA..dan untuk para Pemimpin dan Calon Pemimpin Lihat dan dengarkan sejahtrakan Rakyatmu Insya Allah tidak akan ada seperti ini..saya tidak perlu Pemimpin yang merakyat,saya tidak perlu Pemimpin yang tegas, saya perlu Pemimpin yang tau cara mengurus Bangsa dan Negara agar tidak terjadi lagi bencana ini…maaf oot tukang sapu jalan curhat.
    Terima kasih Bung yayan semoga anda sehat selalu.

    • Terima kasih bung..! Jangan sampai salah pilih ya..! Hehehe..!

    • Saya tersentuh dengan kalimat “saya tidak perlu pemimpin yang merakyat, saya tidak perlu pemimpin yang tegas, saya perlu pemimpin yang tau cara mengurus bangsa dan negara” ….semoga Allah merahmati bangsa ini untuk bangkit dan memberikan pimpinan yang amanah…amin

  7. Nyimak dipojokan gan,,

  8. Slmat jalan saudaraku..smoga amal ibadahmu ditrima disisi Allah amin….sedihhhhh….

  9. sepuloh…

  10. pertamax ?

  11. trimakasih banyak bung @yayan atas perhatian dan penghormatan nya karena telah mengangkat tema tentang
    TKI (tenaga kerja indonesia) di warjager…dan memberikan gambaran yg positif. ..

    saya sendiri seorang TKI membreri hormat yg setinggi tingginya buat bung @yayan…. salam buat keluarga moga selalu di beri perlindungan, kesehatan, kesejahteraan dan rahmat, hidayah oleh allah swt…. amiiiiiiiin….

    • bung Bakul Tempe menjadi TKI dimana??semoga sehat selalu dan dapat menjaga nama baik bangsa di negeri orang…salam

      • bung@dewakembar… di aussie.. alhamdulillah sehat n baek.. insallah walaupun saya cma tki, saya akan selalu menjaga nama nkri selalu berwibawa n terhormat di mata orang asing…

        salam hormat jga buat bung @dewakembar semoga di beri perlindungan oleh yg maha kuasa allah swt…

    • Terima kasih bung..! Jaga diri baik-baik di sana ya. Saya juga dulu tinggal di Melbourne 5 tahun. Sampai dapat isteri juga disana..! Hehehe..! Salam hangat bung..!

  12. lama2 JADI BOSAN baca artikel di treat ini, pada gila pertamax

  13. Saya dulu juga bekas pahlawan devisa; mantan dining room steward Holland America Line; cruise line/hotel bintang 5 terapung. Paling senang kalau home port nya San Diego; Melihat carrier overhaul (2 biji), melintasi Naval air station dimana super Hornet barbaris, melihat dgn jarak 20 meter US nuclear submarines (ada 4 kalau ngga salah) yg ngedock. Terus terang mulut ku nganga melihat asset US NAVY/USMC di San Diego Bay

    • Hehehehe nganga y bung blackhawkdown….wah jadi pengalaman yg tak trlupakan y…y smoga indonesia bisa punya yg seperti itu suatu hari nanti.mari kita dukung indonesia yg lebih baik di tgl 9 juli nanti.

    • Semoga sekarang Anda sudah mampu menjadi pencetak devisa. Amien..! Salam hormat dan salam hangat dari saya..!

  14. 15

  15. Semoga menjadi sahid di mata ALLAh SWT

  16. berarti mereka termasuk pahlawan tanda jasa juga ya, tp maaf ada jg yg bikin saya kesal kenapa moratorium penghentian pengiriman sementara TKI ke negara yg blum menjamin kepastian hukum dan hak tenaga kerja asing di cabut kasihan saya mendengar berita penyiksaan dan lain bahkan beberapa terancam hukuman mati krn proses hukum yg tidak adil, saya punya beberapa teman di media sosial khususnya tkw 🙂 di hongkong, di taiwan dan korea, hidup mereka kelihatan senang, bahkan bebas berorganisasi mungkin krn ada jaminan perlindungan dan hukum tenaga kerja yg jelas di negara bersangkutan, saya berharap pemerintahan kedepan/baru bisa lbh menampilkan lbh byk perannya kalau perlu bisa membuka lapangan pekerjaan baru sebanyak-banyaknya di dalam negeri shg tdk perlu jd tki, salam hangat….

  17. Kali ini tulisan bung @YAYAN benar2 Pedas, langsung menusuk,, mak jleb, tanpa tedeng aling2..
    menapar tapi skaligus sbagai peringatan…. TERUSKAN bung YaYAN…!
    Biar mata orang yg mengejek mereka bisa melek, betapa sbenarnya mereka butuh TKI, walau terkadang anggap hina. Dan dilecehkan keberadaanya..
    Mantap kali bung.. Saya membacanya miris tapi juga bangga…
    Teriring salam hormat saya kepada Anda bung YaYan…

  18. Kali ini tulisan bung @YAYAN benar2 Pedas, langsung menusuk,, mak jleb, tanpa tedeng aling2..
    menapar tapi skaligus sbagai peringatan…. TERUSKAN bung YaYAN…!
    Biar mata orang yg mengejek mereka bisa melek, betapa sbenarnya mereka butuh TKI, walau terkadang anggap hina. dilecehkan keberadaanya..
    Mantap kali bung.. Saya membacanya miris tapi juga bangga…
    Teriring salam hormat saya kepada Anda bung YaYan…

  19. mari kita smua brdoa mnurut kyakinan masing” buat pahlawan devisa mga di trima di sisi nya aminnnnn

    bung yayan@ mgkin mreka gk btuh pengakuan dan gak btuh penghargaan,yg mreka btuhkan sdikittttttttttt perhatian dari para pemimpin negri ini
    apa kyak gini cara Negri ini memperlakuakan para pahlawan gmna kita mau jadi negara yg besar klu kita gk bsa mnghargai jasa pahlawan

  20. Bangsa Indonesia setidaknya sudah dikenal Dunia…Dari Dulu Sudah Terbiasa Dijajah Dan Disengsarakan….Dampaknya Rakyat Indonesia sebagian Besar adalah Bangsa Yang Tahan Uji dan Tidak Cengeng…Biasa Menyinsingkan Baju dan Bekerja keras , Menghilangkan Rasa Malu Demi mengejar Cita – cita . Dengan Bekerja keras Tanpa mengenal lelah ….Dampaknya Bisa Menyokong pembangunan nasional..Walau kadang melihat Para TKI dan TKW nasibnya Mengenaskan dan Tragis dinegeri Orang…..Sekarang Dunia akan Terbelalak dengan Kemajuan Ekonomi Indonesia Yg mengagumkan 10 Besar Ekonomi dunia . Malaysia Sekarang inipun merasa malu melihat kemajuan Ekonomi Indonesia….Karena Dari Dulu Malaysia selalu merendahkan Martabat Indonesia khususnya para TKI dan TKW…..Ini adala Keberkahan dan kasih sayang Tuhan kepada Bangsa Indonesia yg sebagian besar Rakyatnya selalu merasa Syukur atas karunianya walau hidup pas – pasan .InsaAllah Apabila Tuhan Mengijinkan beberapa tahun kedepan Indonesia mudah – mudahan bisa menjadi bangsa yang Besar Perekonomiannya di Asia Tenggara…Aamiin…

  21. Turut berduka atas peristiwa yg menimpa saudara2 kita.dengan adax peristiwa yg trjadi untuk ke sekian kalix ini smoga pihak2 yg berwenang bisa mengambil langkah2 yg tegas spy tidak trulang lagi d masa yg akan datang.dan sy harap presiden yg baru bisa mengubah dunia tki di mata internaional menjadi lebih terlindungi, dan bermartabat.thanks bung yayan bt sharingx.

    • Terima kasih bung..! Harapan saya semoga organisasi buruh kita bisa lebih intelek dan terintegrasi. Jangan kayak sekarang..! Sangat memprihatinkan..!

  22. trima kasih bung yayan atas artikel nya….. atas dasar kebijakan segelintir pemimpin itu lah maka kami2 yg mencari professi di luar negri ini banyak di antara nya menetap lama di negri orang,bah kan segelintir dari kami2 ada di antara nya cuma berKTP dan berPASSPORT Indonesia saking lama nya di rantau,bukan maksud nya tak ada loyalitas pada negara tapi lantaran terlalu di abai kan dan sering cuma jadi pelengkap produk bisnis dan politik segelintir pejabat maka mereka memilih jalan itu,namun sekira nya haluan politik tanah air berubah ke arah yang positif dan perhatian pemerintah dapat di beri kan kepada mereka secara wajar maka saya yakin banyak di antara mereka bakal kembali bukan hanya membawa Devisa tapi juga membawa pengalaman,pengetahuan dan data yg sangat2 penting bagi bangsa dan negara

    • Apapun yang terjadi, semoga tidak akan pernah mampu melunturkan kecintaan kita pada bangsa dan negara Indonesia. Mari kita jadikan sebagai pendorong untuk bergerak ke arah yang lebih baik lagi..!

      • Kuncinya hanya investasi masif.sehingga lowongan kerja yg ada meningkat pesat.dan serikat buruh yg rasional dan frenly serta birokrasi yg efisien dan bukan pemungut rente…maka masalah TKI ini bisa dikurangi/diperbaiki…yg utama jg pemerintah dan aparatnya bisa melihat dgn mindset yg positif..Turki jg mengirim tenaga kerja ke LN secara besar2an ..dan hasilnya positif mereka pulang menjadi tenaga kerja terlatih shg Industri Turki berkembang dengan pesat….masalah TKI/TKW masalah mudah yg dirumit2kan krn pemburu fee, baik itu birokrat maupun juga pengerah TKI…
        Masalah di indonesia adalah budaya percaloan yg begitu membudaya…sehrsnya disini pemerintah harus hadir…bukan menswastakannya…

  23. sedih.com keluargaku jg para perantau semua …tu kapal kok pecah bung@ yayan kalau kelebihan muatan pasti tenggelem .kalau pecah ada kemungkinan nabrak atau ditabrak sesuatu yg keras…tau kronologinnya bung?

    • Saya hanya mengetahui sedikit info ini dari media. Tadi sewaktu lewat ke TKP, boat kami sudah di arahkan untuk agak menghindar. Petugas investigasi sepertinya masih sedang bekerja.

  24. Innalillahi wa innailaihiraajiuun…segalanya datang dari Allah dan segalanya juga akan kembali kepada Allah Swt, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt. Semuanya sudah digariskan sesuai Taqdir dari Allah Swt. Berangkat dari kejadian tsb semoga semua pihak yg bertanggung jawab terhadap para pahlawan devisa tsb hendaknya instrospeksi diri bahwa ada sesuatu yg salah sehingga kejadian tersebut kembali terulang dan terasa pahit bagi bangsa indonesia….
    Terima kasih bung @ yayan atas kepeduliannya kepada saudara kita sebangsa…salam hangat…

    • ada baiknya dilakukan investigasi antara malaysia – indonesia agar tindakan perbaikannya tepat guna dan memberi faedah secara nyata pada saudara kita para pahlawan devisa….

  25. Bung yayan nanya apa yang tenggelem itu ada unsur sabotase ngga peledak permen karet. Masak 2 kali berturut2

    • Soal ini saya belum tahu bung..! Saya kehilangan akses, karena sekarang masalah ini sudah diserahkan TLDM pada PDRM. Saya kekurangan koneksi dalam PDRM. Hehehe..! Maaf, ternyata saya masih kuper..!

      • Sekalian dicek bung yayan. Mahasiswi sonora yang di vonis rekayasa perkosaan. Asli nih saya ngga terima, sebenernya yang berengsek itu aturannya, orang2nya apa yang di kerajaan(plus partainya).

  26. Assalamualaikum …
    Marilah kita sejenak untuk mengheningkan cipta seraya berdoa dengan khusyu untuk para saudara kita yang terkena musibah …

    Usul aja neh … KRI Banjarmasin Class diberangkatkan buat jemput saudara TKI kita … Sekaligus show of force pada negeri jiran …

    Salam persatuan NKRI HARGA MATI …

  27. Sungguh tulisan yg membuat trenyuh bung yayan, terimakasih sudah mendendangkan lagu ttg mereka yang berjuang untuk negara, suatu perjuangan yang tak bisa diberikan suatu nilai dengan pemberian medali kehormatan, saya sungguh mengapresiasi rasa dan perhatian yg anda curahkan dr sana kpd para pahlawan devisa ini, semoga dendang lagu ini akan terdengar merdu di telinga pemerintah, semoga untuk sejenak membuat mereka menutup mata dan merasakan aliran nada dan makna rangkaian kalimat jeritan pilu dan teriakan kebanggaan yg terdengar lirih nun jauh disana…amien, salam kenal dan hormat untuk bung yayan

  28. setuju bung@gue
    thank bung @yayan nice artikel

  29. lagi pengin cari devisa di CJ padahal … buat based utk MEA he he he.

  30. saya mendudung kebijakan “Indonesia yang bermartabat”
    ayoo.. stop TKW keluar negeri, sudah saatnya indonesia hanya mengirim TKI profesional
    Ayo.. tutup semua lokalisasi, tidak cukup hanya dolly
    jangan lagi uang selalu menjadi alasan yang membuat harga diri dan martabat bangsa tergadaikan

  31. Inalillahi…bung yayan terima kasih juga cubitanya untuk kta yg bsa buat saya agak tersentak : yup bangsa kita belum tuntas !!

  32. Terima kasih sharingnya bung Yayan, memang masalah2 seperti ini sudah lama terjadi tapi sampai skrg belum ada tindakan terbaik dari pemerintah kita. Pemerintah selalu mensosialisasikan bahwa para TKI kita kita adalah pahlawan devisa, sayang kenyataan yg terjadi kehidupan mereka disepelekan. Saya tambah kesal lagi (maaf sedikit curhat),kemarin terjadi sedikit keributan untuk jabatan Dubes Malaysia antar TNI dan Polri. TNI marah karena jabatan Dubes Malaysia selalu di emban dari korps Polisi karena ribut akhirnya hasilnya dikasih kepada punawirawan TNI (jatah). Menurut pendapat saya lebih cocok Polisi yg menempati posisi tersebut terutama bekas penyidik karena di Malaysia itu kasus terbanyak adalah berkaitan dengan hukum dan juga kriminalitas. Makanya saya sangat marah karena pemimpin kita mengesampingkan Profesionalitas malah karena balas jasa. Nah dari masalah diatas silahkan ambil kesimpulan, kalau mereka aja rebutan kursi lalu nasib TKI kita gimana?? MIRIIIS

    • sabar bung jalo
      mgkn ini memang skenario yang harus kita lalui sebelum kita menapaki jalan sebagai bangsa yang adil dan beradab sesuai Pancasila
      walau kadang saya jg kebawa kesal dan emosi kalau melihat ketidakpantasan yg sering terjadi di negeri ini

    • Podo mikir waduk-e dhewe2. miris.

    • Kok gak hbs2 menungso model nguno kuwi…

    • Polri jadi dubes gampang ngurus kriminal lintas negara tapi patok perbatasan jadi ilang. Kalo TNI yang jadi dubes harapannya patok patok perbatasan masih utuh tapi kelancaran proses penanganan kriminalitas terancam. Karena dubes itu jabatan politik hubungan internasional, mungkin ada perubahan konstelasi politik kawasan.

      • Kok patok perbatasan disalahin ke dubes, hayooo memang dubes yg jaga perbatasan.. 🙂

        Kalau masalah perbatasan sudah masuk di lintas kementrian sampai ke presiden. Sekarang yg dibutuhkan adalah ketegasan, bukan political will..

    • Terima kasih untuk segala pengayaannya bung Jalo. Saya jadi tahu, ternyata sejak masih di Jakarta, permasalahan itu sudah ada. Heran..! Sekarang terjawab sudah, mengapa ayahanda saya dulu tidak merestui saya untuk mengambil program studi Hubungan Internasional. Padahal waktu lulus SMA, ada PTN di Yogyakarta yang nawarin PMDK. Rezeki saya memang dari dapur, bung..! Hehehe..! Tapi saya tetap bersyukur, ternyata dengan memasak juga bisa membawa saya keliling dunia..! Alhamdulillah..! Terima kasih Tuhan..!

  33. Innalillahi wainnailaihiroji’un
    semoga amal ibadahnya diterima Sang Maha Memiliki

    salah satu lagu sendu yg msh mengalun dinegeri kita bung yayan
    didalam negeri jg msh banyak lagu sendu yg mengalun tak henti henti
    beruntungnya kita masih memiliki para pengabdi yg mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa ini
    melakukan tapa ngrame,sepi ing pamrih rame ing gawe,tiada berharap pamrih,namun slalu bekerja untuk membangun negeri
    hormat dan takzim saya untuk smua
    smoga kelak saya jg bisa menjadi salah satu dari pengabdi itu

  34. Inalillahi wainaillaihirojiuun… selamat jalan para pahlawan, miris mendengar berita seperti ini terus berulang tanpa ada perubahan yg signifikan. Dmn peran pemerintah khususnya depnaker RI yg seharusnya mempunyai peran aktif dalam masalah ini, semoga kedepan cukup pembelajaran seperti ini jgn terulang tragedi serupa krn terlalu berharga nyawa seorang anak bangsa jika harus melayang dgn sia2.

    Salam hangat bung yayan…

  35. Msuk 20 bsar gk ya?

  36. Bung@Yayan, sunggu cerita yg menyentuh hati, sebagai rakyat jelata saya tahu persis mengapa para pekerja kita banyak yg mencari peruntungan ke luar negeri. Alasan yg paling mendasar adalah tututan untuk memenuhi kebutuhan hidup tidak ditunjang ketersediaan lapangan pekerjaan. Tapi saat ini dengan adanya peningkatan UMR di Indonesia, upah tenaga kerja sudah mendekati upah di Malaysia. Tinggal lapangan kerjanya yg perlu diciptakan sebesar2nya. Itu tugas pemerintah. kalau saya ya tetap jualan ayam. Salam hangat buat Bung Yayan sekeluarga.

    • Adem banget mendengar kabar anda. Semoga usahanya tetap lancar dan semakin besar..! Amien..! Salam hangat juga dari saya dan keluarga di Kuala Lumpur. Sesekali, saya ingin menyempatkan mampir ke Wonokromo. Dulu saya pernah tinggal di Darmo Satelit, selama setahun. Tapi udah lama banget..! Hehehe..!

    • Assalamualaikum wr.wb
      iya bung masalah Indonesia kedepan salah satunya jaminan akses pangan kepada masyarakat.
      dimana diperkiraan ini menjadi masalah dunia global karena penduduk akan semakin bertambah dan permintaan pangan pun meningkat.
      kalau salah ya maaf 😀
      maaf oot 😀

  37. Ikut berduka cita, semoga kejadian ini tidak terulang lagi. UUD mengamanatkan perlindungan bagi seluruh bangsa Indonesia. Para pemimpin supaya terketuk hatinya memperhatikan tki/tkw karena mereka penyokong perekonomian negara. Jangan hanya duduk dan bangga pada kursi gading yang rapuh.

  38. Itu sodara2 kita kan blm semua diketemukan, ada yg tahu gak dari TNI armada apa yg dikerahkan untuk cari sodara2 kita yg blm diketemukan tersebut…

  39. Assalamualaikum semua, ijin nyimak Bung yayan, innalilahi wainailahi rojiun ,semoga arwah mereka di terima di sisi Tuhan YME . nyesek banget dengr kisahnya , jujur klo saya pribadi saya ga ingin denger berita2 kaya gini , semoga ini jadi kabar pahit yang terakhir, Amin.

  40. Amien..! Terima kasih bung..! Rahayu juga untuk anda..!

  41. Salam kenal bung Yayan. Miris kalo baca berita ttg saudara-saudara qt yg bekerja diluar negeri sbg TKI/TKW. Ditempat kerjanya, dr berita-berita yg ada, mereka sering diperlakukan tidak sewajarnya sbg sesama manusia. Begitu balik ke tanah air, saat sampai bandara, msh sj ada yg tega minta sesuatu dr mereka dengan dalih tertentu. Perlakuan yg berbeda td siang sempat sy lihat saat jemput istri di bandara juanda terminal 2, kedatangan imternasional. Kalo penumpang non TKI/TKW bs melenggang bebas keluar setelah selesai pemeriksaan imigrasi dan beacukai, tp utk pahlawan devisa tsb, semua hrs masuk ruangan khusus dan dibongkar semua bawaannya. Kallo mmg dr awal bermasalah bawaannya, kenapa tdk saat melewati beacukai, mereka disuruh bongkar bawaannya? Sedih kalo melihat perlakuan diskriminasi spt itu, semoga pennglihatan sy keliru dan mohon maaf buat temen-temen dng cerita sy tsb. Tdk ada maksud lain kecuali ingin sekali pahlawan devisa qt tsb dihargai sbg manusia, syukur-syukur jk bener-bener diperlakukan sbg pahlawan!

    • Betul bung..! Saya juga seringkali dibuat jengkel. Apalagi sebagai kaum ekspatriat di negeri orang, imigrasi kita selalu melihat stiker permit kerja yang menempel di pasport. Dia gak melihat kita sebagai sesama warga negara Indonesia. Bagasi saya pernah dibongkar. Waktu itu ada sepasang baju taekwondo, dua stel baju chef, satu set pisau dapur, kamera, komputer dan handphone. Untuk membantah tuduhannya yang menganggap saya sebagai teroris dan pengedar narkoba, saya terpaksa harus mendemokan orang memasak dan merinci bumbu yang diperlukan untuk membuat suatu masakan. Tapi saya puas, waktu ada orang imigrasi yang sok jago ngajak mempraktekan taekwondonya. Saya telah membuatnya terduduk dan muntah. Mentang-mentang pake seragam, gak mau pake body protector..!

  42. salam kenal n hormat bung @yayan…miris juga ya membaca artikelnya…manis dibibir.Pahit ditelan sendiri…Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..semoga bangsa ini bisa lebih memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada pahlawan devisa ini…ditunggu artikel berikutnya bung.

  43. innalillahi wa innailaihi rojiun …
    cuma bisa sumbang saran :
    1. perbaiki birokrasi & permudah urus dokumen TKI spy tdk ada lg TKI gelap (tanpa dokumen)
    2. perbaiki transportasi laut dg menyediakan kapal laut yg baik, buka resmi jalur nya.
    3. anggap TKI yg pergi/pulang sbg duta bangsa & hilangkan jalur khusus kedatangan TKI di airport, perlakukan TKI sbg penumpang biasa
    4. jgn anggap TKI sbg sapi perah dg pungli yg mencekik dlm urusan dokumen di Indonesia maupun di kedubes RI di LN, bebaskan dari biaya birokrasi
    5. bantulah TKI yg memp masalah di negri orang
    *** tetep ngarep presiden baru yg tegas utk menghilangkan oknum2 pemeras TKI, hilangkan peraturan2 yg bikin mumet
    salam

  44. Setuju bung..! Hehehe..! Hore..! Saya juga telah turut dalam pembelian alutsista..!

  45. HAPUSKAN JALUR TKI DI SMUA BANDARA, HAPUSKAN KTKLN, SMUA ITU NYATA NGAA ADA GUNANYA, SMUA ITU MALAH MENYUSAHKAN

  46. Inalillahi wainaillaihirojiuun
    semoga keluarga yg d tinggalkan diberi ketabahan dan juga semoga amal ibadah almarhuma di terima di oleh allah SWT.
    amiin 🙂

  47. Jadi inget pengalaman saya beberapa tahun lalu ketika ada tugas kantor ke Copenhagen. Ketika pulangnya transit di Dubai banyak bertemu dengan TKW yang bekerja disana dan ingin pulang ke Indonesia. Karena satu flight, dan sambil menunggu pesawat akhirnya karena mereka tau kita dari Indonesia akhirnya merekapun merasa nyaman berbicara dengan saya. Banyak hal yang miris yang saya dengar dari mereka. Saya lupa nama mereka, tapi yang saya ingat yang 1 berasal dari jawa tengah, dan 1 lagi dari tangerang. Mereka bekerja di Arab Saudi dan sedang transit juga di Dubai. Yang dari Jawa Tengah selalu memiliki rasa takut ketik berada di Soetta dan meminta izin kesaya agar di Soetta nanti bisa bergabung dengan grup saya yang memang jumlahnya cukup banyak ketika melewati imigrasi dan BC. Saya bingung kenapa begitu? Karena dia selalu berurusan dengan oknum dari B**2*** yang meminta sejumlah uang, bahkan ada yang melakukan pelecehan verbal. Informasi yang saya dapat dari dia bahwa ketika TKI sampai di Indonesia, mereka harus melalui pintu imigrasi khusus ( paspor TKI biasanya juga khusus jadi mudah dikenali). Setelah dari pintu imigrasi dan BC untuk yang melanjutkan ke kemapung halama dengan darat akan dijemput oleh kendaraan dari B**2*** dan ini wajib sehingga mereka tidak bisa menuju rumah sendiri menggunakan kendaraan umum. mirisnya biasanya mereka dimintai sejumlah uang transportasi untuk mengantar mereka walaupun mereka menolak untuk diantarkan dan memilih kendaraan umum. Yang disampaikan ke saya waktu itu besarannya minimal 500ribu rupiah. Bahkan ada yang mendapat pelecehan selama di kendaraan. Jadi kendaraan ini akan mengantar ke lokasi yang terjauh dulu, dan yang terdekat yang paling terakhir. Sampai-sampai TKW yang ketemu saya ini pasrah kalo mau dimintain uang dia nggak bawa apa-apa cuma bawa tiket dubai-jkt, dan tiket penerbangan lokal Jkt-Jateng. Barang berharga yang dibawa hanya paspor dan 1 buah HP Samsung saya lupa tipe nya tapi cukup bagus karena saya sempat dimintai tolong mengganti sim card nya waktu di dubai dan ketika di jakarta. Dia memang tidak bawa uang sama sekali karena nanti dia akan dijemput di bandara di jateng oleh suaminya. Ketika sampai di Soetta dia menelepon suaminya dan memberi kabar serta minta dijemput dibandara di jateng, kemudian dia ikut grup saya tetapi oleh petugas diminta melalui pintu imigrasi khusus TKI. Saya hanya menarik nafas ternyata di sini di negaranya sendiri mereka malah merasa tidak aman dan ketakutan. Nb: TKI/TKW ini bekerja di sektor informal.

    • Assalamualaikum wr.wb
      terima kasih bung sharing informasinya,
      kalau menurut bung sendiri sistem pengawasan seperti apa untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan petugas” yg nakal seperti yg d sampaikan bung 🙂
      serta apa ada komite etik untuk hal tersebut kalau ada sejauh mana perannya 🙂
      karena jujur kasian mereka para TKI/TKW yg sudah berjuang mati”an untuk bangsa ini.
      tp sayang sekali jg bung saya cuma bs sharing” pendapat aj namun tidak punya akses kemana” saya hanya orang biasa bung 😀

      • Sebetulnya susah juga bung kalo memang mental oknum aparat, pejabat, dan rakyat kita seperti itu. Sistem prosedur dan pengawasan yang dibuat pun tergantung kepada orang yang menjalankannya. Jika memeang itikadnya tidak baik, pasti ada celah yang bisa mereka manfaatkan. Itu sekelumit kisah TKI kita yang saya dengar langsung dari mereka. Walaupun memang sempat santer di media mengenai pungli terhadap TKI yang pulang ke tanah air tercinta ini, toh tetap saja pungli tetap terjadi walaupun pejabat institusi tersebut pernah bilang tidak ada pungli bagi para TKI dan kendaraan dinas yang dipersiapkan oleh B**2*** untuk menjemput TKI dari bandara ke rumah mereka masing-masing tidak dikenakan biaya. Tapi yang terjadi dilapangan tidak seperti itu.
        Saya yakin sebetulnya pejabat yang berwenang tau apa yang terjadi di institusi nya, cuma apakah berani dan mau membabat oknum-oknum tersebut sehingga menjadi pelajaran juga bagi yang lain. Apalagi klo ternyata pemimpinnya juga menikmati hasil nya.
        Bos saya yang orang India pernah bercerita sebuah kejadian di imigrasi Soetta ketika beliau akan kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas. Waktu itu beliau melihat ada seorang pria yang diduga dari timur tengah dibarisan antrian imigrasi terlihat gelisah sambil memegang paspor. Kemudian dia menyelipkan uang di paspor tersebut, dan ketika melewati petugas imigrasi lancar saja tanpa ada pertanyaan dan lain-lain padahal di bandara banyak terdapat cctv. Bos saya hanya geleng-geleng kepala dan berasumsi bahwa ada yang salah dengan orang timur tengah ini karena perilakunya yang tidak semestinya. Tapi dengan menyelipkan sejumlah uang, semua berjalan lancar. Kebetulan Bos saya berada persis dibelakang orang tersebut. Kejadiannya Tahun lalu klo saya nggak salah. Jadi sistem pengawasan apapun yang diterapkan selama orang yang menjalankan sistem itu tidak memiliki itikad baik maka sistem tersebut akan sia-sia. Sistem hanyalah benda mati, semua tergantung kepada pengguna sistem nya. Yang saya tau sebetulnya ada institusi ombudsman yang bertugas menerima pengaduan masyarakat sehubungan dengan pelaksanaan tugas aparatur pemerintahan, cuma kembali lagi apakah orang yang menjalankan sistem nya memiliki itikad baik. Akhirnya masyarakat pun skeptis terhadap semua institusi.

        • Assalamualaikum wr.wb
          tp bukan berarti semua mental kita seperti itu dong.
          kalau anda menggaris bawahi semua mental kita kek gitu ya anda salah 😀
          misal ada sebuah kasus di mana anda di daerah wabah korupsi, sedangkan anda tidak melakukan korupsi namun kebanyakan dari rekan anda korupsi, apa mau anda dikatakan korupsi juga? sehingga perlakuan yg anda terima sama yaitu masuk penjara 😀
          hehehehe 😀
          kalau salah ya maaf 😀
          maaf kalau oot 😀

        • yang perlu di ubah sebenarnya adalah dimana hari esok dan seterusnya masih ada jaminan bahwa keperluan kita masih bisa terpenuhi semua 😀
          yaitu ketenangan pikiran 😀
          dulu saya masih ingat dimana saat harga pangan masih murah, saat berkunjung kerumah seseorang mesti kita banyak disuguhi oleh berbagai macam makanan, namun sekarang orang” terkesan pelit karena memang kondisinya yang mendukung untuk tercipta hal itu, la sekarang aj kencing aj bayar beda dengan jaman dulu dimana seorang yg berpenghasilan 2500 perhari bisa membeli makanan dengan ikan daging bahkan dalam porsi besar plus minum lagi 😀

  48. Terima kasih untuk segala masukannya. Salam hangat bung..!

  49. Pada hasil riset
    McKinsey dan Standard Chartered mengatakan bahwa ekonomi
    Indonesia akan melampau Jerman
    dan Inggris pada tahun 2030….sapa tau dmasa yg akan datang bukan hanya malaysia tujuan pekerja asing tp indonesia juga….ngomong2…kata alay populer juga kah di malaysia bung yayan??hehehe…salam hangat bung…

    • Setiap hari orang Malaysia dicekokin sinetron Indonesia, gimana gak sampe ketularan bung? Hehehe..! Kalau saya sering dengar dari anak saya aja.

  50. Pengen sekali ketemu teman2 warjager di Malaysia. Saya senin malam Insyallah di Kuala lumpur, kita kopdar gimana?

    • Wah menarik sekali bung Jalo..! Tapi sayang, besok sore saya harus ke Serawak dan Sabah. Biasa, tugas rutin saya setiap minggu terakhir. Nyesel banget nih. Seandainya hari ini kita berada di KL, tadi pagi saya ajak berlayar. Bung Jalo juga bisa bertanya banyak tentang perkembangan militer Iran dari ipar-ipar saya. Kami lagi ngumpul semua. Semoga masih ada kesempatan lain untuk bersua. Selamat datang di Malaysia. Selamat menikmati hawa panas yang menyengat. Disini sudah lama gak turun hujan. Siap-siap aja t-shirt dan baju berbahan katun. Hehehe..! Tapi jangan khawatir, Sogo lagi sale tuh. Tshirtnya murah-murah..! Gini aja, saya akan konsolidasi dengan teman-teman, nanti setelah oke, saya undang bung Jalo dkk. Saya akan minta sponsor untuk menyelenggarakannya. Kalau perlu, kita ajak military blog di Malaysia juga, biar seru. Nanti saya undang beberapa individu yang selama ini menjadi sumber informasi saya. Soal tempat, saya yang bertanggungjawab..! Salam hangat bung..!

      • @bung jalo n bung yayan .. Kalo dh kopdar, jgn lupa hasil diskusinya d sharing dsni y 😀 .. Ngarep.com

        Back to SR

      • Hla iya toh bung..Semoga bertemu Anda berdua. Nanti rumusan apa-apa di sana yang dapat dirupakan artikel monggo nanti suguhkan. Dibumbui sana dan sini dengan perisa ya ndak papa. Turut berduka atas kecelakaan TKI bung. Ya Allah menyedihkan betul nasib TKI kita. Ditambah ungkapan Bung Cakra itu. Insya allah yang meninggal memperoleh maqam mukhlisin..amien.

      • Siap bung Yayan, nanti kalau main kesana saya kabarin lagi. Cuman beberapa hari aja disana, lalu lanjut ke Myanmar, 🙂

        Mudah2an ada kesempatan lain, thanks atas undangannya bung
        🙂

  51. Turut berduka cita , semoga arwahnya diterima disisi-Nya…amin….

  52. Artikel yg bagus bung yayan, memang miris lihat kenyataan TKI, paling gampang di bandara soeta beberapa waktu lalu ada kasus TKI yg baru pulang diperlakukan tidak semestiny dengan alasan ‘pendataan’, Bahkan ada yg samappi dirampok.. terlihat tidak ada perlindungan dan penghargaannya

  53. Salam bung yayan. Saya turut berduka atas kejadian yg menimpa saudara kita. Semoga capres yg terpilih yg mengerti permasalahan bangsa dan negara ini dan mengetahui kesusahan rakyatnya dan bisa memberikan solusinya. Teeimakasih bung yayan atas tulisanya. Bung yayan adalah salah satu anak bangsa yg telah peduli pada bangsa dan negara ini. Bung yayan bisa mengajak bersimpati, berbangga, membanngkitkan nasionalizme, bisa msngajak berfikir untuk bangsa ini. Melalui karya tulisanya. Menurut saya bung yayan adalah pahlawan juga. Menurut saya pahlawan bukan hanya yg mengankag senjata. Dengan pena pun seseorang juga bisa menjadi pahlawan. Teruskan perjuanganya bung yayan melalalui karya tulisan yg banyak bermanfaat ini. Smoga Allah SWT selalu melindungi, memberikan kebaikan kpd bung yayan sekeluarga….amin…

  54. Kekuatan besar ini seharusnya dikelola dng baik, maka akan menghasilkan kesejahteraan lebih baik.ciptakan wiraswastan muda indonesia,beri fasilitas kredit yg mudah.agar dapat menciptakan lapangan kerja.

  55. Salam hangat jg buat bung yayan.
    Trma ksh bung yayan atas artikel2 anda. Sy sngt menyukai gaya bahasa anda. Tata bahasa dlm kalimat2 anda mengingatkan sy kembali dgn novel2 sastra lama indonesia.. Klu anda berkeinginan utk mjd seorang penulis novel, sy bersedia utk mjd pembeli pertamanya! Hehehe

    Dan terima ksh jg buat para sesepuh JKGR lainnya atas artikel2nya yg mencerdaskan dan memupuk rasa nasionalisme para readernya. Maju terus JGKR!

  56. Assalamualaikum…membaca artikel ini,jadi teringat kisah bapak saya dan teman”nya sewaktu jdi tki di malaysia..mulai ditipu agen,gaji yang gag sesuai karena disunat sana sini,keluar masuk hutan demi menghindari aparat,bahkan pernah kami di rumah menunggu uang kiriman untuk biaya sekolah harus gigit jari lantaran uang itu dipakai bapak buat nebus temannya yang ditangkap aparat negeri jiran sana.tapi alhamdulillah bapak bisa pulang dengan selamat setelah lima tahun kerja disana.bahkan ada seorang teman saya yang masuk kehutan dan tdak berani keluar selama setahun lebih dan akhirnya bisa keluar karena ditemukan oleh tki yang lainnya..semoga kedepannya tidak ada lagi kasus” seperti ini yang terjadi.semoga pejabat” terhormat yang ada dipemerintahan lebih mementingkan nasib rakyatnya daripada perut mereka sendiri….salam hormat untuk anda bung@yayan…

  57. Ass, makna yg dalam tp menawan di tutur dg bhs indah. Sy baru sebulan ini mengikuti warjager. Menyesal ndak sejak dulu. Hati2 di negri orang. Was

  58. Pedih

  59. Bung Karno ;
    ” Perjuanganku Lebih Ringan Karena Mengusir Penjajah, Sebailknya Tugasmu Lebih Berat Karena Musuhmu Bangsamu Sendiri”

  60. @Bung Yayan,, Luar biasa….. saya hanya bisa mendoakan semoga Bung Yayan dan keluarga selalu dilindungi oleh Allah SWT dari ancaman apapun itu, dan terus berkarya utk kita permirsa warjager disini. aminnnn..
    salam hangat bung.
    Dari kami penjual kaos oblong rawa lele.

  61. 45 buat atom 50 jadi TKI.
    88 buat pespur 98 jadi TKI.
    20 buat Thermoelektrik 15 jadi TKI.
    “Tahun 2045 Indonesia menjadi negara yang
    kuat dan akhir abad 21 menjadi negara maju,”
    ucapnya

 Leave a Reply