Jun 282017
 


Josh Caplan : Helikopter curian digunakan lemparkan granat dekat gedung Mahkamah Agung di Krakas. Diberitakan tidak ada korban (foto : Josh Caplan @joshdcaplan)

Karakas – Helikopter menyerang gedung Mahkamah Agung pada Selasa 27-6-2017, dan semankin meningkatkan kemelut politik setelah dikecam Presiden Nicolas Maduro dengan menyebutnya serangan teroris.

Presiden Nicolas Maduro, yang menghadapi tiga bulan unjuk rasa oposisi serta perbedaan pendapat dari dalam pemerintahannya, mengatakan helikopter itu menembak ke arah gedung peradilan itu dan juga melemparkan beberapa granat.

Beberapa saksi melaporkan bahwa mereka mendengar sejumlah ledakan di pusat kota Karakas, tempat Mahkamah Agung, yang mendukung Maduro, istana presiden dan bangunan pemerintahan utama lain berada.

Helikopter juga terbang di atas gedung Kementerian Dalam Negeri, kata Maduro dalam pernyataan.

“Secepatnya, kami akan menangkap helikopter itu dan yang berada di belakang serangan teroris bersenjata terhadap lembaga negara ini,” ujar Nicolas Maduro .

Mahkamah Agung sangat dibenci oleh anti-pemerintah atas deretan putusan yang memperkuat kekuasaannya serta melemahkan badan Legislatif yang dikuasai oposisi.

“Terdapat kegiatan sosial yang sedang berlangsung di Mahkamah Agung. Serangan mereka dapat menyebabkan puluhan korban tewas,” ujar Presiden Maduro terkait serangan helikopter itu.

Pemimpin oposisi telah lama menyerukan kepada pasukan keamanan Venezuela untuk berhenti mentaati presiden yang mereka sebut sebagai diktator pembunuh.

Tetapi ada juga beberapa spekulasi di media sosial, di antara pendukung oposisi bahwa serangan helikopter bisa saja terjadi untuk membenarkan penindasan atau menyelimuti drama di Majelis Nasional Venezuela, di mana dua puluhan anggota parlemen mengatakan bahwa mereka dikepung oleh kelompok-kelompok pro-pemerintah.

Sebelumnya pada hari Selasa 27-6-2017, Presiden Nicolas Maduro memperingatkan bahwa dia dan pendukungnya akan mengangkat senjata jika pemerintah sosialisnya digulingkan oleh lawan yang telah melakukan aksi jalanan sejak April 2017. Sedikit-dikitnya 75 orang tewas dalam kerusuhan di Venezuela.

“Jika Venezuela terjun ke dalam kekacauan dan kekerasan serta Revolusi Bolivarian hancur, kami akan berperang. Kami tidak pernah menyerah dan yang tidak dapat dilakukan dengan pemungutan suara, kami akan lakukan dengan senjata. Kami akan membebaskan tanah air dengan senjata,” ujar Presiden Nicolas Maduro .

Antara/Reuters

  2 Responses to “Wow. Helikopter Serang Gedung Mahkamah Agung Venezuela”

  1. Mantap nih Venesuela….!!!

  2. Ya begitulah dagelan politik, yang oposisi hanya bisa meng-klaim dirinyalah Oke.
    Tp saat mereka berhasil mendapatkan tempat di Kekuasaan tsb Hasilnya Nihil (Tapi daya gedor pencitraannya gede sokongan Media TV, Buzzer Medsos, Propaganda, bahkan menyerang Pemerintahan lama jika ada kesalahan – Sayang hal tsb tak sejalan dgn Data).
    Sekedar imho hihi :sundulgans

 Leave a Reply