Sep 292017
 

J-20 Chengdu China (photo : News.cn)

Beijing – China mengumumkan telah mengaktifkan jet tempur siluman J-20 Chengdu untuk bergabung ke dalam layanan militer, yang sekaligus menempatkan angkatan udara China berada di puncak kemampuan di kawasan.

“Tes penerbangan jet J-20 sedang dilakukan sesuai jadwal, ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional, Kolonel Wu Qian pada sebuah media briefing, Kamis, 28/9/2017. Awal bulan ini, angkatan udara China mulai melatih pilot generasi baru untuk J-20.

Jet tempur siluman ini merupakan jawaban China terhadap saingannya seperti F-22 Raptor Lockheed Martin, yang dikembangkan untuk Angkatan Udara Amerika Serikat.

China mengadakan penerbangan uji coba prototipe J-20, pesawat tempur siluman pertamanya, pada tahun 2011, yang sekaligus mengejutkan para ahli dengan kemajuan yang telah dibuat China.

Seperti pesawat tempur F-22, J-20 adalah pesawat tempur generasi kelima yang memiliki teknologi siluman dan memiliki kemampuan jelajah dengan kecepatan supersonik.

China pertama kali menampilkan aksi jet tempur yang bisa menghindari radar, J-20 Chengdu, pada Zuhai Air Show 2016. Seperti yang anda bisa saksikan di video di bawah ini, dua jet tempur J-20 Chengdu melesat di angkasa Zuhai Airshow.

Sebagian orang terkejut karena munculnya J-20 secara resmi di depan publik, dilakukan sebelum jet tersebut diluncurkan. Menurut pengamat, hal itu menunjukkan kepercayaan China yang mampu membuat pesawat tempur siluman tersebut. Kemungkinan juga simbol yang hendak ditunjukkan China ke negara kawasan. Dan kini, satu tahun kemudian, China mengumumkan pesawat siluman J-20 Chengdu, telah bergabung dengan Angkatan Udara mereka.

Jet tempur J-20 Chengdu (wyjs.cn)

Pengumuman bahwa pesawat J-20 telah operasional dilakukan beberapa minggu sebelum konferensi penting Partai Komunis China.

Salah satu informasi menarik tentang J-20 yang muncul bulan ini adalah fakta bahwa China sedang membangun mesinnya sendiri untuk pesawat tempur siluman tersebut. Ini penting karena model produksi saat ini menggunakan mesin Rusia. Di masa depan China tidak harus bergantung pada pemasok asing untuk bagian penting tersebut.

Anggota parlemen Amerika Serikat sebelumnya telah menuduh bahwa China mencuri teknologi Amerika-khususnya, yang digunakan oleh F-22 Raptor Lockheed Martin-untuk mengembangkan peswat J-20. (fortune.com)

 Posted by on September 29, 2017