Sep 252018
 

Jakartagreater.com  –  Kementerian Pertahanan Rusia berjanji akan mengambil langkah-langkah “memadai” untuk meningkatkan keamanan prajurit Rusia setelah Angkatan Udara Israel menggunakan Il-20 Rusia sebagai perisai saat menyerang sasaran di Suriah, yang menyebabkan jatuhnya pesawat Rusia oleh pertahanan udara Suriah yang lalu, dirilis Sputniknews.com, Senin 24-9-2018.

Selama briefing Senin, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow akan mengirim sistem pertahanan udara S-300 ke Suriah dalam waktu 2 minggu sebagai respon yang memadai terhadap peran Israel dalam tertembak jatuhnya pesawat Il-20 Rusia pekan lalu.

“Angkatan Bersenjata Suriah akan dipasok dengan sistem Rudal pertahanan udara S-300 canggih dalam waktu 2 minggu. Rudal mampu mencegat ancaman udara pada jarak lebih dari 250 kilometer dan secara bersamaan memukul beberapa target udara,” kata Shoigu, menambahkan bahwa S-300 secara signifikan akan meningkatkan kemampuan tempur Suriah.

Selanjutnya, Shoigu menekankan bahwa pos komando pasukan pertahanan udara Suriah akan dilengkapi dengan peralatan otomatis yang akan memastikan identifikasi pesawat Rusia oleh pertahanan udara Suriah.

“Pos komando pasukan Suriah dan unit pertahanan udara militer akan dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis, yang telah disediakan untuk Angkatan Bersenjata Rusia. Ini akan memastikan manajemen terpusat dari semua kekuatan pertahanan udara Suriah dan fasilitas, pemantauan situasi di wilayah udara dan penetapan target yang cepat.

Yang paling penting, itu akan memastikan identifikasi semua pesawat Rusia oleh pasukan pertahanan udara Suriah, “kata Shoigu.

Rusia akan Jamming Navigasi dan Radar Pesawat yang menyerang Suriah

Menteri tersebut menyatakan bahwa Rusia akan menjamming (memacetkan) navigasi satelit, radar on-board dan sistem komunikasi penerbangan tempur di atas perairan Laut Tengah.

“Rusia akan macetkan navigasi satelit, radar on-board dan sistem komunikasi pesawat tempur, yang menyerang sasaran di wilayah Suriah, di wilayah di atas perairan Laut Tengah yang berbatasan dengan Suriah,” kata Shoigu.

Langkah untuk mendinginkan Pemberang

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Moskow telah menghentikan pengiriman S-300 ke Damaskus pada tahun 2013 atas permintaan Israel, tetapi situasi di sekitar pasokan telah berubah “bukan karena kesalahan Rusia.”

Menurut menteri itu, jet F-16 Israel menggunakan pesawat Il-20 Rusia sebagai perisai, yang mengakibatkan jatuhnya pesawat oleh sistem pertahanan udara Suriah. “Ini memaksa kami untuk mengambil respon yang memadai yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan pasukan Rusia yang melakukan tugas-tugas untuk memerangi terorisme internasional di Suriah,” katanya pada briefing.

Shoigu lebih lanjut menekankan bahwa jika tindakan yang diambil oleh Rusia setelah Il-20 jatuh diperairan Mediterania gagal menghentikan “penyerang,” “kita harus menanggapi sesuai dengan situasi.”

“Kami yakin bahwa penerapan langkah-langkah ini akan menghetikan para penyerang dan mencegah tindakan-tindakan yang dianggap buruk mengancam para prajurit kami. Kalau tidak, kami harus menanggapi sesuai dengan situasi saat ini,” kata Shoigu.

Kementerian Pertahanan Rusia merilis informasi rinci tentang kecelakaan Il-20 di Suriah. Sementara itu, Kedutaan Besar Israel di Rusia telah menolak untuk mengomentari pernyataan yang dibuat oleh Shoigu sejauh ini.

Berbicara kemungkinan kontak tingkat tinggi antara Rusia dan Israel setelah pengumuman oleh menteri pertahanan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow akan menginformasikan jika ada, menambahkan bahwa keputusan itu tidak diarahkan pada negara ketiga.

Awal pekan ini, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Angkatan Udara Israel memberikan informasi yang menyesatkan tentang area serangan udara yang direncanakan pada target Suriah, sehingga melanggar perjanjian dengan Rusia. Tak lama setelah itu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan bahwa Tel Aviv akan melanjutkan operasi militernya di Suriah meskipun insiden Il-20.

“Kami tidak akan membiarkan Suriah diubah menjadi fasilitas militer utama Iran melawan negara Israel. Kami terus bertindak  dan kami memiliki semua sarana dan peluang yang diperlukan untuk mencapai tujuan ini, ”katanya.

Jatuhnya Il-20

Pada tanggal 17 September 2018, pesawat Il-20 Rusia dengan 15 prajurit di pesawat lenyap dari layar radar dekat Pangkalan Udara Hmeymim di Suriah. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penghilangan itu terjadi bersamaan dengan serangan oleh empat jet militer F-16 Israel mengenai sasaran-sasaran Suriah di provinsi Latakia.

Kementerian itu menekankan bahwa Angkatan Udara Israel menggunakan pesawat pengintai Rusia sebagai penutup, sehingga menundukkannya ke serangan oleh pertahanan udara Suriah, dengan rudal permukaan-ke-udara Suriah memukul Il-20 Rusia saat mencoba mengusir serangan Israel. Israel, untuk bagiannya, bersikeras bahwa Suriah bertanggung jawab atas jatuhnya dan bahwa pada saat pesawat dihancurkan, empat F-16 sudah dalam perjalanan pulang.

Kementerian itu menekankan bahwa Angkatan Udara Israel menggunakan pesawat pengintai Rusia sebagai penutup, sehingga menjadikannya sasaran serangan oleh pertahanan udara Suriah, dengan Rudal permukaan-ke-udara Suriah memukul Il-20 Rusia saat mencoba mengusir serangan Israel.

Israel,  bersikeras bahwa Suriah bertanggung jawab atas jatuhnya dan bahwa pada saat pesawat dihancurkan, empat F-16 sudah dalam perjalanan pulang.

Bagikan:

  23 Responses to “Wow, Rusia Kirim S-300 ke Suriah”

  1.  

    ayo israel brani ga nyelonong masuk ketempat tetangga

  2.  

    ini baru mantab

  3.  

    Nahhh kalau S300 ini, punya target yang jelas yg sdh teridentifikasi untuk di jatuhkan….kalau S200 itu sihhh apapun, yg ada di langit bisa jadi target…..

  4.  

    Syria perlu beli S300 yg banyak, nanti bisa diuji utk nembakin pesawat israel

    😎

  5.  

    push for cassus belli, general….good for you, bad for other, and the side other see you as a badboy.

  6.  

    S-300 Long Range Surface to Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=Nrtm1dKjrAo&t=6s

  7.  

    Yang paling tidak disukai adalah itu sistem S-300 mampu memantau situasi di Israel sehingga ketika Israel menerbangkan jet tempur bakalan segera terpantau dan pihak Suriah akan bersiap2… itulah yang lebih atau paling tidak disukai…
    Belum lagi kemampuan integrasi dengan sistem pertahanan lain seperti pantsit/buk/atau bahkan dengan S-200…

    Intinya sistem deteksi itu akan membuat ruang udara Israel tidak lagi bebas… bahkan bisa jadi serangan dari wilayah Israel ke Suriah akan bisa di serang balik…

    •  

      agree bung..dan bukan hanya israel saja yang meriang..asu dan turki juga gak bisa seenak udellnya lagi bamb bomb suriah..

      •  

        nah… yang jadi masalah bagi USA adalah karena Russia sedang murka pada Israel yang secara sembrono mengumpan pesawat militer Russia dijadikan tumbal… jadi USA mau ngeyel gimana kalau sudah begini, Israel pun yang lebih banyak membantah bakalan lebih kena dampaknya…
        Jelas USA tidak lagi bisa melenggang dan menarget pesawat militer Suriah seperti sebelumnya… bahkan helibone yang biasa mereka lakukan untuk evakuasi militan maupun ISIS akan terlacak dan bisa ditarget… benar2 maut

        •  

          Menurut teori pewayangan, hubungan antara AS dengan Israel tidak selamanya mulus. Saat hubungan meteka sedang retak, manfaatkan untuk mencabut resolusi DK PBB yang memberi hak bagi bani isroil untuk mendirikan negara. Dalam pewayangannya lakon kongso adu jago.

          Tokoh2 dalam judul ini.
          – kongso = pemerintah israel.
          – badudewa = negarawan AS anti zionis.
          – bolodewo = raja saudi.
          – krisno = perves musyaraf
          – brotoseno = TNI

  8.  

    Ibarat putin memainkan bidak caturnya.ngorbanin IL-20 beserta 15 crewnya.supaya ada legitimate untuk pengiriman ni barang ke suriah.israel kemakan umpan rusia…dlm kejadian ini.mau nggak mau,suka nggak suka,dia harus terima keputusan putin untuk transfer S-300 secepatnya bwat suriah.

    •  

      gak dikorbanin sih bung..ini lebih TIT for TAT…kalau lihat dari case pespur rusia ditembak jatuh turki..respon rusia selalu terukur .tetapi efektif..kelihatanya soft tapi mematikan langkah lawan..

      •  

        Udah dijelaskan dalam prediksi, tidak lama lagi pasukan perang dari berbagai negara akan berdatangan untuk berperang. Ada yang datang dari laut ada yang datang dari udara. Kerugian terbesar ada pada yahudi.

      •  

        gak ada gunanya juga russia mengorbanin pasukannya utk mmbutat legitimate, karna gak pun dikorbanin itu pasukan? Russia bisa pasang ribuan rudal disuriah, tapi russia blm mau, karna russia muak melihat setanyahu lebih puluhan kali datang kerussia, tapi klu sudah sperti itu kejadiannya? Russia akan pasang ribuan rudal suriah, trmasuk rudal yg menarget keisrael timteng, datangpun setanyahu keisrael paling disuruh pulang
        😀 😆

      •  

        Bung@C&N…istilahnya dimanfaatin lah.mustahil rusia nggak tau data travel flight pespur2 IDF dilangit suriah.memang cukup menjengkelkan jga bwat putin & assad.Nahhh…skarang giliran israel picik kepala karena ulah sendiri.pespur mereka jdi nggak bisa wara-wiri masuk jauh ke dlm daerah suriah.

        •  

          iya dimanfaatkan untuk menekan israel setelah kejadian iya bung…tapi bukan sengaja dikorbankan prajuritnya untuk menjebak israel melakukan hal konyol ..
          memang rusia memonitor langit suriah..tapi untuk rencana serangan israel berkhianat dari komitmen dekonfliksi… kasih info di last minute dimana israel sudah tinggal push button for fire…dan konyolnya lagi israel bohong soal lokasi yang akan diserang..jadi memang mainsrea nya udah kelihatan gak benernya si israel..sesuai bung bilang..LICIK

  9.  

    menjadikan pesawat rusia sebagai tameng, “cerdas sekali” cara israel

    sembunyi terus di bawah ketiak negara2 superpower

    tanpa ASu, israel nothing, disusupinya pemerintah ASu dengan agen2nya, macam kutu kasur yg menggigit tapi tak nampak, kelakuan bangsat macam itu lah memang

  10.  

    baguslah,..tiap hari Israel numpang lewat diatas Lebanon tuh,..negara yang ngga punya kekuatan udara …sekarangkan baru naek dah bisa dimonitor

  11.  

    faktor IFF (walaupun ditolak oleh Rusia) memang akhirnya menjadi alasan terjadinya insiden ini. S200 Rusia yang jadul tidak bisa mengenal IL20 upgraded dan F16.
    Dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Rusia untuk menganulir perjanjian Rusia-Israel tentang penyebaran S300 di timteng.

    Hal yang sama (IFF), kenapa Amrik begitu khawatir S400 Turki dan India.
    Mau tidak mau S400 Turki dan India harus di modifikasi agar IFF dapat mengenali F35 sebagai kawan, hal ini membutuhkan seluruh data signature F35 secara komplit dan jelas.

    •  

      Modyar wes riwayat f35

    •  

      Setuju… sebenarnya IFF jelas menjadi momok, tetapi juga wajar karena yang dimiliki Suriah adalah teknologi Soviet, sudah begitu sistem pertahanan yang banyak di upgrade Russia untuk membantu Suriah adalah di wilayah sekitaran damaskus dan bandara T-4 yang sering menjadi target…. sedangkan serangan ke Latakia adalah yang pertama, dimana wilayah itu berada di wilayah yang dekat dengan pangkalan militer Russia…
      Mungkin karena wilayahnya terbuka, alias Israel tidak bisa bersembunyi di wilayah Libanon, maka mereka berjudi dengan menggunakan Il-20 sebagai tameng, dan menjadi malapetaka…
      Dan mengenai pendapat bung SP tentang IFF untuk F-35, yang jelas kemungkinan besar hanya Russia yang bisa melakukan penyetelan untuk menempatkan F-35 sebagai kawan, dan itu seperti membuka rahasia secara gratis kepada musuh potensialnya…

  12.  

    ada 2 kemungkinan legitimasi agar s300 bisa dimiliki dan digerakan oleh pasukan suriah:
    1. pihak russia sendiri.
    2. pihak iran dan suriah (skenario mereka berdua) untuk menghadapi turki menyangkut rencana serangan ke idlib oleh pemerintah suriah.

 Leave a Reply