Yes, Blok Mahakam Diserahkan ke Pertamina

70
96
Migas Blok Mahakam
Migas Blok Mahakam

Jakarta – Pemerintah akan memberikan hak pengelolaan Blok Mahakam kepada PT Pertamina (Persero). Hak pengelolaan ini berlaku pada 2017 setelah kontrak dengan Total E&P Indonesie berakhir. Meski demikian, Pertamina dapat bekerja sama dengan Total E&P Indonesie.

Dengan mengelola Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Pertamina diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak nasional, sehingga pendapatan dan cadangan minyak dan gas bumi (migas) akan naik.

Kepastian itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Naryanto Wagimin, di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Meski demikian, pemerintah ingin memastikan lebih dahulu penawaran dari Pertamina. Dari penawaran itu, akan ditentukan apakah pengelolaan bisa keseluruhan atau mayoritas.

”Pemerintah menyerahkan Blok Mahakam kepada Pertamina. Namun, kami mengimbau Pertamina untuk menggandeng kontraktor sebelumnya,” kata Naryanto.

Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja seperti dikutip Antara mengatakan, pemerintah menyerahkan sepenuhnya kepada Pertamina mekanisme pengelolaan Blok Mahakam ke depan setelah 2017.

”Kami memberikan Mahakam kepada Pertamina. Silakan Pertamina mengoptimalkan sebesar-besarnya bagi negara. Kami tunggu bagaimana maunya Pertamina,” katanya.

Widhyawan mengatakan, ada dua opsi mekanisme pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017. Pertama, dilakukan Pertamina sendiri. Kedua, bekerja sama dengan pengelola lama, yakni Total E&P Indonesie, dengan skema yang menguntungkan bagi negara. ”Namun, Pertamina tetap menjadi mayoritas dan operator di Blok Mahakam,” ujarnya.

Menurut Widhyawan, salah satu skema kerja sama yang mungkin dilakukan adalah Pertamina mendapat kesempatan mengelola blok migas milik Total di luar negeri. ”Kalau Total masih diajak di Mahakam, apa yang akan dia berikan kepada kita. Silakan keduanya melakukan pembicaraan bisnis. Kami akan memfasilitasi,” ujarnya.

Hanya saja, tambahnya, apa pun opsi yang akan dipilih, Pertamina harus meyakinkan kepada pemerintah bahwa Pertamina bisa memberikan yang terbaik bagi negara. Ia juga meminta Pertamina segera menyampaikan proposal pengembangan Blok Mahakam ke depan. ”Kalau dulu, pemerintah yang dikejar-kejar. Sekarang, kami yang akan terus tagih,” katanya.

Nursatyo Argo, Corporate Secretary Pertamina, mengatakan, Pertamina siap mengelola Blok Mahakam.

Hingga berita ini diturunkan, Vice President HR Communications and General Services Total E&P Indonesie A Noviyanto tidak menjawab pesan singkat dari Kompas.

Cepat laksanakan
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Ekonomi Pertambangan dan Energi (ReforMiner Institute) Pri Agung Rakhmanto mengatakan, penyerahan Blok Mahakam kepada PT Pertamina merupakan hal positif. ”Sangat bagus. Dengan begitu ada kepastian. Namun, hal ini harus cepat dilaksanakan,” ujarnya.

Menurut Pri, tak masalah jika Pertamina akan memegang 100 persen hak pengelolaan Blok Mahakam atau pemegang hak mayoritas. ”Tidak perlu kaku apakah 100 persen atau tidak. Yang terpenting, Pertamina menjadi operator,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno mengungkapkan, Total E&P Indonesie dimungkinkan mengelola Blok Mahakam selama dua atau tiga tahun bersama PT Pertamina selama masa transisi (Kompas, 15/11).

Total sudah mengelola Blok Mahakam selama 47 tahun. Perusahaan migas multinasional asal Perancis itu memperoleh kontrak Blok Mahakam pada 1967. Pada 1997, Total mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga 2017. (Kompas.com).

70 KOMENTAR

  1. Mantap keputusan pemerintah, gw ikhlas Subsisi BBM dpotong asal Pemerintah Pro Dalam Negeri…

    Tp pertanyaannya:
    Stelah diperas migasnya ama Total selama 47 tahun, apa yg tersisa utk Pertamina??
    Jgn sampai Pertamina udah keluar biaya eksploitasi banyak, ternyata tgl “koretan”.

    Kira2 ada yg bs menjelaskan, brp nilai yg masih terkandung dsana??

    • “Prospek geologi Mahakam masih menjanjikan: pernah memiliki cadangan gas awal 23 triliun kaki kubik, tetapi setelah dikuras 50 tahun, hingga akhir 2017 diperkirakan menyisakan cadangan gas 2 triliun kubik kaki. Potensi tambahan cadangan hasil eksplorasi pascaterminasi diperkirakan 4-6 triliun kaki kubik”
      masih lumayan..

  2. Ne mrupakn kabr baik dan jg tantangn untk Pertamina untk mengelola dengn baik dan optimal Blok Mahakam.dan kedepannya mudh2an Pertmbngn Migas yg mash di kuasai oleh asing setlh berakhrnya kontrk bs di kelola oleh Pertamina.sehingga Bangsa ne bs memaxsimalkn segala SDA untk dikelola oleh Rakytnya sendiri.untk Kemakmuran Rakyat serta kemajuaan Bangsa dan Negara.Amin….

  3. Selamat untuk Pertamina…. harus kita apresiasi langkah pemerintah yang memberikan hak pengolahan blok mahakam kepada Pertamina ini, cuma kalau boleh saran jika Pertamina memutuskan opsi ke dua yang menyatakan berkerjasama dengan Total E&P usahakan komposisinya 70:30 untuk Pertamina, agar semakin berdaulat nya anak bangsa ini terhadap migas yang memang punya kita dan dipergunakan untuk kemakmuran sepenuhnya bagi rakyat Indonesia.

    Segala kebaikan untuk bangsa dan rakyat pasti didukung… Merdeka !!

    • Mudah-mudahan Pemerintah tetap konsisten kali ini…

      beberapa blok migas yang kontraknya akan berakhir dalam waktu dekat adalah blok Gebang dengan operator JOB Pertamina-Costa (2015), blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesie (2017), Offshore North West Java (2017), dan blok Tuban (2018).

      Selain itu, ada juga blok Bula yang operatornya adalah Kalrez Petroleum, Seram Non Bula (Citic), Pendopo dan Raja (Pertamina-Golden Spike) dan Jambi Merang yang akan berakhir pada 2019 mendatang. Pada tahun yang sama kemungkinan kontrak South Jambi B, Malacca Strait, Brantas, Salawati, Kepala Burung Blok A, Sengkang dan Makassar Strait Offshore Area A akan berakhir. Pada tahun 2021 ada Rokan yakni CPI, Bentu Segat (Kalila), Muriah operatornya Petronas dan Selat Panjang yang dikuasai Petroselat.

  4. Walopun cuman dpet sisa nya saja tpi ya gak papa, memang sudah agak terlambat mo gimna lagi, mudah2an blok yg belum di eksplorasi bisa di tinjau kmbali kontraknya agar kita dpt lebih banyak ato klo gak nyari blok di luar negeri kyak negeri tetangga yg gak punya bnyak blok minyak didalam negerinya tpi diluar negeri mereka punya bnyak blok migas
    Skrng tinggal kita lihat niat keseriusan para pejabat yg terkait..berani gak lepas dri godaan para Mafia

  5. mudahan ga da yang main telikung sana telikung sini di akhir kesepakatan. pemerintah melalui pertamina harus berani mengambil alih blok mahakam walau candangan gas di sana tidak sebesar 11 blok blok lainya.mudahan blok2 lainya nyusul.yakin bahwa semua bisa kita kelola sendiri blok2 minyqk di kaltim.selama ini sdm kita sudah mampu mengelola semua blok di kaltim.

  6. Apakah masih tersisa minyaknya,
    Saran orf awam , jangan cumq blok mahakam, tapi freepot newmont dan blok2 lainya, demi kemandirian bangsa, harus tetap di perjuangkan untuk di nasionalisasikan, sayangnya newmont sebelumbberakhir kontrak nya sudah diperpanjang terlebih dahulu, dan perlu di waspadai, mavia migas indonesia selalu keliaran,,, waspadalah

  7. Smg pertamina jeli.
    Sy setuju 100% dikelola sendiri, agar hslnya bs kita nikmati scr maksimal.
    Seyogyanya utk slnjutnya ri jgn lg beri izin tambang 100% utk asing, 40% cukuplah, agar aturan ada pd kita.
    Oh, ya, utk blok2 baru yg sangat menguntungkan sebaiknya kita bangun sendiri. Bukankah kita sdh cukup berpengalaman?
    Sy hrp langkah kita berikutnya adalah mengambil alih freepot dan newmont. Sdh sekian lama kita dirugikan, diobok2 pula. Sggh tragis!
    Sukses utkmu, pertamina!

  8. Terimakasih Pak presiden, selama ini kami orang kalimantan hanya menjadi penonton, dan hebatnya lg perumahan Total maupun yang lainnya bak perumahan para raja, ke amana 24 jam., listrik 24 jam Air 24 jam non stop, sementara kami listrik sering byar pet air pun begitu, pasilitas mereka serba wah, sementara kami yang asli kalimantan harus berjuang keras hanya untuk bertahan hidup, padahal kami yang punya daerah, semoga ada perubahan yang lebih baik

  9. iya setuju bung bung semua moga saja memang masih ada cadangan minyak yg masih tersimpan di perut bumi indobesia yg kedepan nanti bisa dipergunakan dgn baik untuk kesejahtraan rakyat indonesia seutuhnya.
    klo yg ini sekali lgi kita tetap saja dapat sisa dan semoga masih ada sisanya seperti kata bung ayoeng hehe..

  10. Katanya wamen ESDM sebelumnya SDM kita belum mampu@ itulH para digma yang di bangun oleh orang2 yang tidak ingin bangsa ini maju, kalo berpendapat seperti itu terus kapan indonesia bs mengelola SDA sendiri???kata2 yang sangat merendahkan, dan merusak mental anak bangsa, seharus wamen waktu itu mengatakan anak bangsa bisa dan wajib bisa, bukan meruntuhkan mental anak bangsa, aneh bingits

  11. tentang seorang prof dr ing yang kini menghitung hari2nya di sel penjara,

    “Jadi logika dia kita tantang untuk berdebat di depan publik, jangan membohongi media, dia bicara ke media berarti dia membohongi rakyat, dia membela kepentingan asing, dia ingin supaya ini diserahkan kepada Total tapi saya tidak yakin dia BERDIRI SENDIRI karena dulu dia baik, saya khawatir dia dipaksa untuk ngomong seperti itu,” …

    https://perioksida.wordpress.com/category/minyak-gas/page/22/