Mar 272018
 

Danpussenarmed Brigadir Jenderal TNI Dwi Jati Utomo menyampaikan, direncanakan penggantian Meriam 76 MM/Gunung dengan yang baru Meriam 105/LG1 buatan Meksiko dengan jarak capai sekitar 10 Km, untuk memback up Satyon Para Raider.

Magelang, Jakartagreater.com – Danpussenarmed Kodiklatad Brigjen TNI Dwi Jati Utomo, S.IP., M.Tr. (Han) mengunjungi Mako Yonarmed 11/76/GG/1/2 Kostrad pada Senin 26 Maret 2018 di Magelang dalam rangka Asistensi dan Inspeksi Danpussenarmed Kodiklatad beserta rombongan.

Pada kunjungan kerja ini Danpussenarmed beserta istri didampingi oleh Dirbindok Pussenarmed Kolonel Arm Joko Tri beserta istri, Dirbindik Pussenarmed Kolonel Arm Ari Estefanus, Sos., M.Sc. beserta istri, Dirbinlitbang Pussenarmed Kolonel Arm Saripuddin, S.sos., M.Si. beserta istri dan Danmenarmed 1/PY/2 Kostrad Letkol Arm Rama Hendarto Budhiyanto beserta istri.

Di Mako Yonarmed 11 Kostrad, rombongan Danpussenarmed disambut oleh Komandan Batalyon Armed 11 Kostrad Mayor Arm Siswo Budiarto, S.I.P., M.M. beserta seluruh jajaran Perwira dan dilanjutkan foto bersama di depan Relief Mako Yonarmed 11 Kostrad.

Dalam kunjungan ini, Danpussenarmed berkesempatan memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit Yonarmed 11 Kostrad. Dalam arahannya Danpussenarmed menyampaikan, bahwa insan prajurit Armed harus senantiasa memiliki mental dan kepribadian yang baik, memahami dan menguasai pengetahuan kecabangan Armed dengan baik.

Selain itu Brigadir Jenderal TNI Dwi Jati Utomo, S.IP., M.Tr. (Han) menyampaikan, dengan berkembangnya zaman yang modern akan direncanakan pergantian Alutsista yang lama yaitu Meriam 76 MM/Gunung dengan yang baru Meriam 105/LG1 buatan Meksiko dengan jarak capai sekitar 10 Km, yang nantinya untuk memback up satuan Batalyon Para Raider.

Danpussenarmed mengungkapkan, mengingat persenjataan Armed semakin canggih dan modern, maka perlu diadakan revisi pembinaan fungsi Armed ke depannya dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kualitas SDM dan tetap memiliki ketangguhan diri.

Usai memberikan pengarahan, Danpussenarmed beserta rombongan berkesempatan meninjau pangkalan dan Alutsista yaitu Meriam 76/Gunung buatan Yugoslavia serta peninjauan lahan “Ketahanan Pangan” tanaman Edamame (Kedelai Jepang) satuan Yonarmed 11 Kostrad di Dsn. Sanggrahan Ds. Kebonagung Kec. Bandongan Kab. Magelang, Jawa Tengah. (Penkostrad)

Bagikan Artikel :

  8 Responses to “Yonarmed 11 Kostrad Akan Gunakan Meriam 105/LG1”

  1. Meriam 105/LG1 buatan Meksiko?

    que senor?

  2. 105/LG1 MK II sdh ada di Marinir, apakah artikel diatas utk 105/LG 1 MK III buatan Perancis ya … mungkin salah ketik atau dikirim via Meksiko neh ?

  3. Klu RI sdh menguasai ilmu metalurgi berbagai jenis logam untuk aplikasi militer termasuk umtuk turet/barel meriam ngapai beli lg lbh baik buat sendiri, bgt jg metalurgi untuk material permesinan agar bs benar2 menuju kemandirian.he3.ngimpi.com

  4. Meriam 105 mm/LG1 bkn buatan meksiko min tp buatan prancis,di ralat min

  5. Xixixixi

    Mexico ?

    Bukannya Perancis ya ?

    LG1 Nex itu khan buatan Nexter, pabrik pembuat berjenis2 meriam yang berkantor pusat di Perancis.

    Tetapi Nexter juga punya cabang di Mexico tepatnya di kota Puebla.

    Jadi apakah line produksi meriam tarik 105 mm LG1 Nex ini ada di Mexico ? bisa jadi.

    Menurut berita tahun lalu, bahwa di tahun ini (2018) akan ada pembelian 3 batalyon meriam 105 mm di mana 1 batalyon untuk AL (marinir) dan 2 batalyon untuk AD.

    Xixixixixi

 Leave a Reply