JakartaGreater.com - Forum Militer
Apr 192018
 

Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad  latihan menembak senjata Mortir Tampela (81) yang dilaksanakan di daerah latihan Desa Ambal, Kabupaten Kebumen,Jawa Tengah.

Kebumen, Jakartagreater.com – Yonif Mekanis Raider 412/BES/6/2 Kostrad menyelenggarakan latihan menembak senjata lintas lengkung (Mortir sedang) yang dilaksanakan di daerah latihan Desa Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.

Latihan menembak senjata lintas lengkung ini diikuti seluruh prajurit Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad yang melayani senjata bantuan lintas lingkung tersebut. Adapun senjata yang di gunakan dalam latihan menembak lintas lingkung yaitu senjata MO.81, MO. 60 CO, dan Longrange/Tampela.

Kapten Inf Agung Pudhi Riyadi selaku Palakhar Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad menyampaikan bahwa latihan ini di samping latihan program dari Komando Atas, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan serta profesionalitas prajurit guna menunjang tantangan tugas ke depan.

Diharapkan para prajurit Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad khususnya Kompi Bantuan maupun Peleton Bantuan, Kompi Senapan yang melayani senjata bantuan mampu dan mahir dalam melayani senjata bantuan lintas lengkung dan untuk memelihara dan meningkatkan keterampilan serta kemampuan prajurit, khususnya bagi penembak senjata kelompok Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad. (Penkostrad).

Berbagi

  7 Responses to “Yonif Mekanis R 412 Kostrad Latihan Menembak Mortir”

  1.  

    .. masih dipake ya.. oh iya,, buat lawan separatis

  2.  

    Thomas Gredio April 18,
    2018 at 2:49 AM
    Admin itu kok baca di
    Janes.com Indonesia
    mempertimbangkan
    mundur dari proyek KFX/
    IFX gara2 faktor geopolitik
    kayak keberatan dari pihak
    US mengenai
    keikutsertaan Indonesia.
    Itu gimana min klau kita
    mundur dari KFX/IFX ?
    sebagai perbandingan
    gimana sih proyek
    Embraer SAAB ?
    Reply
    Dark Rider April
    18, 2018 at 6:25 AM
    Oh, itu justru kabar
    yang sangat
    menggembirakan!
    Ada beberapa alasan
    seserhana kenapa
    kita harus mundur
    dari proyek KF-X: .
    1. Si partner Korea
    masih bau kencur,
    dan tidak pernah
    bisa membuat
    pesawat tempur
    sendiri.
    Tidak ada
    pengalaman,
    tehnologi, atau
    kemampuan. Ini
    hanya proyek mimpi.
    Sederhana.
    Bahwa mereka
    menarik masuk
    Lockheed-Martin, dan
    keterlibatan
    pemerintah US
    sebenarnya
    dikarenakan faktor
    ini.
    Bayi masih menyusui
    dari Washington DC,
    eh, sudah bilang
    mau ikut olimpiade.
    2. Korea tidak akan
    bisa menjamin Alih
    tehnologi, atau
    kerjasama industrial
    yang berarti .
    Korea sudah pelit
    dalam alih tehnologi
    Changbogo, yg
    sebenarnya hanya
    ijin produksi dari
    HDW Jerman.
    Apalagi yang ini,
    yang semuanya akan
    tergantung belas
    kasihan Washington
    DC, yg tidak pernah
    memberi ToT ke
    siapapun juga.
    3. Karena didasari
    mimpi, anggaran
    proyek ini tidak
    pernah realistis.
    Perhitungan kasar —
    akan membutuhkan
    $50 – $60 milyar
    untuk menghasilkan
    pespur yang tidak
    akan mungkin bisa
    lebih hebat dari F-16,
    atau Eurocanards.
    Proyek Hambalang II
    versi neraka.
    4. Korea sudah
    menyatakan terus
    terang, Indonesia
    hanya diperbolehkan
    untuk membeli KF-X
    Block-1 (IF-X) alias
    versi prematur dari
    program ini.
    Dengan kata lain, kita
    hanya dijadikan
    keranjang sampah
    untuk mengurangi
    resiko proyek Korea.
    Silahkan ambil versi
    paling inferior dari
    KF-X!
    Sama seperti rencana
    Su-35K, ini semua
    sudah berbau
    penipuan ke rakyat
    dari awalnya.
    F-16 juga masih jauh
    lebih unggul
    daripada Su-35K,
    atau IF-X Block-1.
    Dark Rider April
    18, 2018 at 6:35 AM
    Kabar gembira Link
    Janes: Indonesia
    akan mundur dari
    proyek KF-X
    Akhirnya, keputusan
    yang sangat tepat.
    “Russia, US, dan
    Korea”, artikel ini
    mengutip. Katanya
    karena faktor Russia,
    dua yg lain menjadi
    khawatir.
    Ini sebenarnya
    seperti dua bilah
    muka uang logam;
    angka, atau gambar??
    Sama seperti US
    khawatir dngn Russia
    re proyek semacam
    ini,
    Russia juga
    seharusnya khawatir
    dengan US re Su-35K
    ke Indonesia.
    Pemerintah Trump
    bisa menawarkan $2
    – $3 milyar untuk
    membeli Su-35K dari
    tangan kita!
    Terakhir, artikel ini
    juga mencatat kalau
    kita sudah
    menunggak 40% dari
    komitmen kita, atau
    sekitar $120 juta.
    Memang sudah
    seharusnya.
    Toh, parlemen Korea
    juga tidak pernah
    membuka full
    funding untuk proyek
    kertas ini kok!
    Kenapa mereka
    berani menagih
    komitmen kita??
    Apa bedanya dengan
    membayar upeti ke
    Seoul untuk secarik
    mimpi kertas?
    Hidup Indonesia!

 Leave a Reply