Yonko 465 Paskhas Terima Rantis APC Turangga 4X4

Pontianak, Jakartagreater.com – Kendaraan Armoured Personnel Carrier (APC) Turangga 4×4 tiba di Markas Batalyon Komando 465 Paskhas untuk kemampuan operasional Batalyon Komando 465 Paskhas yang membutuhkan mobilitas dan kecepatan di medan operasi.

Sebelum diterima Batalyon Komando 465 Paskhas Rantis APC Turangga 4×4 menjalani sejumlah uji coba dan pemeriksaan kelengkapan di Mako Korpaskhas Bandung. Dirilis Situs TNI AU pada Rabu 29-7-2020

Komandan Batalyon Komando 465 Paskhas Letkol Pas Jhoni Imanuel Laimeheriwa pada saat melakukan pemeriksaan dan kelengkapan APC Turangga 4×4 di Yonko 465 Paskhas menyatakan Rantis APC Turangga 4×4 digunakan operasional Batalyon Komando 465 Paskhas untuk mendukung dalam melaksanakan penyerbuan cepat dan pengawalan konvoi serta patroli pengamanan bandara.

Dengan adanya Rantis APC Turangga 4×4 diharapkan dapat meningkatkan moril dan kepercayaan diri prajurit dalam melaksanakan tugas operasi.

Kepada personel yang akan mengawaki dan merawat Rantis APC Turangga 4×4 agar dalam pengoperasiannya dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan mengaplikasikan segala sesuatu apa yang telah didapatkan pada saat mengikuti pelatihan operasional Rantis APC Turangga 4×4.

9 pemikiran pada “Yonko 465 Paskhas Terima Rantis APC Turangga 4X4”

  1. Yg jd pertanyaan.
    Kaprang TNI yg mana yg bisa dimuatin Brahmos.?
    Sistem peluncur di Martadinata class maupun Diponegoro class sdh di plot utk exocet. Sementara iver jg rencananya menghunakan exocet.

    Hanya tinggal KCR 60M yg akan dibangun PT. PAL yg blom diplot. Tp seandainya KCR-60M yg diplot brahmos, bisa muter2 buritan kapal KCR spt gasing saat meluncurkan Brahmos yg punya daya dorong kuat saat diluncurkan.
    Kecuali Brahmos berbasis peluncur di darat. Bisa ditempatkan di Natuna.

  2. Yg jd pertanyaan.
    Kaprang TNI yg mana yg bisa dimuatin Brahmos.?
    Sistem peluncur di Martadinata class maupun Diponegoro class sdh di plot utk exocet. Sementara iver jg rencananya menghunakan exocet.

    Hanya tinggal KCR 60M yg akan dibangun PT. PAL yg blom diplot. Tp seandainya KCR-60M yg diplot brahmos, bisa muter2 buritan kapal KCR spt gasing saat meluncurkan Brahmos yg punya daya dorong kuat saat diluncurkan.
    Kecuali Brahmos berbasis peluncur di darat. Bisa ditempatkan di Natuna. Itu baru OK

  3. Rantis ini memang bagus dan cocok buat jaga pangkalan udara, jangan dibawa ke jalan yg full tanah liat parah bisa kependem ndak bisa keluar, didorong juga berat ibarat dorong kerbau tiduran di kubangan

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar

Kategori