Nov 282017
 

Yonmarhanlan III JKT Amankan Kunjungan 2 Kapal Perang Russia di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Jakarta, Jakaragreater.com – Dalam rangka mendukung kegiatan pelaksanaan kunjungan 2 kapal perang negara Rssia RSN ADMIRAL PANTELEEV (DDGHM-548) Batalayon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III menerjunkan 12 personel melaksanakan pengamanan dermaga di bawah pimpinan Serma Marinir Eko Andrianto pada Senin 27 November 2017 di Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapal jenis Udaloy Class (DDHM) dibangun di Yantar Shipyard, Kaliningrad 840, Russia dan di resmikan pada tanggal 1 Mei 1992. Dalam kunjungan kapal perang Russia ke Indonesia di harapkan bisa terwujud hubungan bilateral negara yang harmonis dan sama sama menjaga keamanan laut antara Negara di kawasan Asia.

Selesai upacara penyambutan dilanjutkan penggalungan bunga kepada Komandan Kapal dan kunjungan pejabat Lantamal ke Kapal perang Angkatan Laut negara Russia yang rencana sandar di Tanjung Priok sampai tanggal 30 November 2017.

Pejabat yang hadir dalam upacara penyambutan  2 kapal perang negara Russia RSN ADMIRAL PANTELEEV (DDGHM-548) di bawah Komandan Kapal Captain (Navy) Alexei Anfsiferov, antara lain adalah :

  1. Asintel Danlantamal III Kolonel Marinir I Dewa Gede Ariawan.
  2. Asrena Danlantamal III.
  3. Dansatkamla Lantamal III.
  4. 2 orang perwakilan dari Kedutaan Russia.
  5. Komandan Yonmarhanlan III Letkol Marinir Anthonius Temmy Irawan.

(Marinir.tnial.mil.id)

  17 Responses to “Yonmarhanlan III JKT Amankan Kunjungan 2 Kapal Perang Rusia”

  1. ehm,, kapal udaloy yaa

  2. Akhir2 ini kok banyak ya kaprang dr beberapa negara berkunjung, ada agenda apakah gerangan?

  3. Ternyata RUSIA masih eksis di ASIA MANTAFF. kalau bisa rutin ronda dg TNI AL dikawasan pulau Bawean dan Christmas 😀

    • Ronda kok ke Christmast, noh rondanya ke Guam aja sekalian. Sekalian ditenggelamkan sama hiu2 penjaga disana. Tinggal milih hiunya, mau yg kelas Los Angeles apa kelas Virginia.

      • Lha AS saja berani memasuki wilayah NKRI kalau disergap pesannya menguji penjagaan laut NKRI,…. kalau ketahuan dan dihadang dibilang memuji keberanian TNI, apanya yang harus dipuji AS.

        Nah coba TNI AL melewati P.Christmas berani ngak tuh. kalau ketahuan bilang saja TNI menguji militer AS dan memuji sikap profesionalisme AS hahahaaa

        • Nah kan, lewat P. Christmast kok buat nguji militer USA. Bisa diketawain Kanguru sama Koala se-RT Bung. Hhhhhhhhhh, baca peta dunia atau liat2 Google map lagi deh.

          Belum juga KRI kita selesai tawaf keliling tuh pulau disana F-22 yg lagi parkir di Darwin udah terbang dan jatuhin kaleng kerupuk diatas Istana Merdeka dan Rumdisnya Panglima TNI sekalian ngecek rudal pertahanan udara TNI AU.

          Hhhhhhhhhh

          • Emank semudah itu ? xaxaxxaaa

            Katanya USA dan OSTALI sahabat, mereka uji dg berbagai keonaran di nusantara salah satunya campurtangan Ostali di TIMLES dan PAPUA dan jangan lupa kejadia Lock F16 di pulau Bawean oleh AS itu apa namanya ? tes … atau uji nyali ?

            mana nih bung andre dan bung WI peliharaannya lepas nih hahahahaaaa

          • Sebetulnya gini ya Bung Alone.
            1.) Christmas itu punya Aussie bukan punya USA. Maka kalo mau ngetes kemampuan US military jelas salah tempat, yg bener tuh di Guam karena Guam masih teritori USA sekaligus pangkalan utama US military disana.
            2.) Kejadian Bawean itu pengaruh dari berbagai faktor, Pilot Hornet waktu ketemu sama Pilot kita bilangnya lautan internasional, secara yurisdiksi itu salah tapi armada kapal induk USA memang sedang berlayar di ALKI dimana semua kapal sipil dan militer bebas melintas dg diameter jalur ALKI adalah 90 km. Tapi tentunya khusus kapal militer ketika melintas harus menutup dan menyembunyikan tampilan senjata/pesawat mereka. Makanya kejadian itu juga keberhasilan kita karena akhirnya Pilot Hornet melapor ke ATS di Denpasar.
            3.) Indonesia/TNIsudah menghilangkan tindakan2 aksi militer seperti saat konfrontasi Malaya. Itu karena selain menjaga doktrin militer yg defensif aktif juga untuk menghindari ketegangan di kawasan. Lagian alutista yg dimiliki kita itu terbatas. Gak bisa asal mengerahkan seperti dulu.

          • bung agato@ simpel sj seandainya tiada USA,tdk akan ada namanya negara ausi apali p crismas itu,kejadian di bawean itu murni bawaan sifat angkuhnya usa.

 Leave a Reply