Apr 242019
 

Surabaya, Jatim, Jakartagreater.com   –    Guna memelihara dan meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit, khususnya penembak senjata sasaran statis dan dinamis yaitu Senjata Mesin Sedang (SMS) antara lain GPMG, PKT dan Senjata Mesin Berat (SMB) meliputi DSCHK, M2HB yang akan dilaksanakan di Puslatpur (PLP)-3 Grati Pasuruan.

Latihan drill kering menembak SMS dan SMB pada Selasa 23-4-2019 di lapangan apel Trian Mar Soepraptono, Semarung, Ujung, Surabaya.

Sebelumnya prajurit Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yonranratfib 2 Mar) terlebih dahulu melaksanakan Latihan drill kering menembak SMS dan SMB pada Selasa 23-4-2019 di lapangan apel Trian Mar Soepraptono, Semarung, Ujung, Surabaya.

Kegiatan latihan menembak tersebut merupakan rangkaian Latihan Tri Wulan Tahun 2019 yang akan dilaksanakan pada bulan April 2019 minggu terakhir, salah satunya adalah latihan menembak SMS dan SMB.

Adapun tujuan dilaksanakannya latihan drill kering menembak ini selain untuk mempelajari kembali teknik-teknik dasar menembak dan karakter tiap-tiap senjata, lebih utamanya juga untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan prajurit Yonranratfib 2 dalam melaksanakan penembakan di atas kendaraan tempur (Ranpur).

Diharapkan dengan dilaksanakannya latihan menembak ini para prajurit Yonranratfib 2 Mar dapat mencapai tingkat kemampuan dan ketrampilan dengan nilai rata-rata minimal 75.

Wadankima Yonranratfib 2 Mar, Lettu Mar Suyadi selaku Perwira materi dalam pelajaran kelas lapangan sebelum pelaksanaan drill menembak kepada prajurit Yonranratfib 2 Mar yang terlibat latihan menembak terlebih dahulu menyampaikan beberapa materi LPK Pengetahuan Kesenjataan meliputi :

  1. Pengenalan senjata.
  2. Karakteristik.
  3. Kemampuan senjata.
  4. Tugas Penembak.
  5. Macam jenis sasaran dan penembakan.
  6. Aba-aba Penembakan,.
  7. Pemeliharaan senjata sebelum / selama /sesudah menembak.
  8. Drill penembakan.

“Menembak bukan hanya sekedar melakukan kegiatan menarik picu dan mengenai sasaran, namun menembak sesungguhnya membutuhkan proses yang teliti dan jeli mulai dari membuat gambar bidik, pengaturan nafas, konsentrasi, mental dan penentuan ritme menarik picu hingga amunisi tepat sasaran yang diinginkan,” terangnya. (Marinir)