Jan 102019
 

Anggota muda dari komunitas Druze mengibarkan bendera Suriah di dataran tinggi Golan © AFP via Press TV

JakartaGreater.com – Yordania menyerang Israel, yang baru-baru ini menyerukan kepada Amerika Serikat untuk mengakui aneksasinya atas Dataran Tinggi Golan, dengan menyebut bahwa Tel Aviv akhirnya segera angkat kaki dari wilayah Suriah, seperti dilansir dari laman Press TV pada hari Rabu, 9 Januari 2019.

“Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel adalah wilayah Suriah. Hukum internasional tentang hal itu sangat jelas. Harus diperlakukan seperti itu”, menurut Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi saat konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Amman pada hari Selasa.

Safadi kemudian meminta kepada rezim Tel Aviv untuk meninggalkan Dataran Tinggi Golan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Golan 1974 dengan pemerintah Damaskus.

“Posisi kami adalah bahwa Israel perlu menaati hukum internasional, menarik diri dari wilayah itu dalam kerangka perjanjian damai”, kata Safadi.

Dua hari sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa Tel Aviv tak akan pernah meninggalkan Dataran Tinggi Golan, mendesak semua negara untuk mengakui cengkeraman rezimnya atas wilayah yang diduduki. Netanyahu berkomentar itu dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton di Yerusalem yang diduduki al-Quds.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (Kanan) © Reuters

Pada tahun 1967, Israel melancarkan perang skala penuh terhadap wilayah-wilayah Arab, di mana Israel menduduki sebagian besar wilayah Golan Suriah dan mencaploknya 4 tahun kemudian, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Pada tahun 1973, perang lain yang dikenal sebagai Perang Arab-Israel, pun pecah. Setahun kemudian, gencatan senjata yang ditengahi PBB diberlakukan, yang menurutnya Tel Aviv dan Damaskus setuju untuk memisahkan pasukan mereka dan menciptakan zona penyangga di Dataran Tinggi Golan.

Israel selama beberapa dekade terakhir membangun lusinan permukiman di Dataran Tinggi Golan yang bertentangan dengan seruan internasional agar rezim ini menghentikan kegiatan konstruksi ilegal disana.

Presiden Suriah Bashar al-Assad

Suriah berulang kali menegaskan kembali kedaulatannya atas Dataran Tinggi Golan, dengan mengatakan bahwa wilayah itu harus sepenuhnya dikembalikan dibawah kendalinya. Sejak tahun 2011, ketika militansi yang disponsori asing pertama kali meletus di Suriah, Israel pun telah menggunakan Golan untuk menopang teroris anti-Damaskus yakni Takfiri.

Di tempat lain dalam sambutannya, Safadi, yang negaranya adalah penjaga situs suci Muslim Yerusalem al-Quds, telah menggambarkan konflik “Israel-Palestina” yang telah berlangsung beberapa dekade sebagai masalah utama di kawasan itu.

Sementara itu Amman dan Washington “tidak selalu setuju pada setiap masalah, kami akan terus bekerjasama untuk menyelesaikan masalah di kawasan ini”, tambahnya.

jakartagreater.com

  4 Responses to “Yordania: Israel Harus Angkat Kaki dari Golan”

  1.  

    Good job

  2.  

    wah kalo yordania emang paling setia sm suriah dan palestina

  3.  

    Syiah menyebut sunni sebagai takfiri…..syiah tak punya keberanian melawan tel aviv di golan…..hanya mujahidien sunni suriah yg berani melawan pendudukan israhell…..dan syiah suriah tak melakukannya…membebaskan golan yg dikuasai

  4.  

    Mujahidien sunni suriah mendapat bantuan dari saudaranya sesama muslim…..tak ada sedikitpun bantuan dari israhell……bung admin mestinya lebih paham