JakartaGreater.com - Forum Militer
May 012018
 

Kendaraan pengangkut personel lapis baja M113 Angkatan Darat Yordania © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dalam salah satu entri blog MaxDefense kami sebelumnya, telah dibahas bahwa pemerintah Yordania telah menawarkan untuk menyediakan sebanyak dua unit helikopter serang Bell AH-1F Cobra untuk Angkatan Udara Filipina (PAF).

Ini adalah bantuan dari Yordania bagi Filipina dalam perjuangan melawan teroris yang terinspirasi ISIS seperti Grup Maute dan Grup Abu Sayyaf, yang hingga sekarang masih belum di anggap “kalah total” meskipun militer Filipina telah berhasil membunuh para pemimpin dan sebagian besar anggotanya dalam pertempuran di Kota Marawi.

Kesepakatan yang melibatkan donasi dari 2 helikopter, namun pemerintah Filipina perlu memiliki helikopter yang akan diperbaiki dan diperbaharui melalui Angkatan Bersenjata Yordania dan biaya pengiriman tersebut harus dibayar oleh pemerintah Filipina.

Baru-baru ini, Presiden Filipina Duterte dalam pidatonya di sebuah upacara pembukaan jembatan di Pulau Mindoro pada tanggal 3 April 2018, menyebutkan bahwa Kerajaan Yordania memberikan “2 hadiah” yang mahal kepada pemerintah Filipina.

Hadiah dari Kerajaan Yordania berupa 2 unit helikopter serang Bell AH-1F Cobra serta lusinan kendaraan pengangkut personel lapis baja M113 untuk Angkaran Bersenjata Filipina.

Kendaraan Pos Komando lapis baja M577 sedang diangkut truk 18 roda. © U.S. Army via Wikimedia Commons

Tidak disebutkan secara rinci mengenai varian atau pun jumlah M113 yang akan diberi oleh Kerajaan Yordania, tetapi dikatakan setidaknya ada lebih dari 60 unit, dan mungkin bahkan menyertakan model khusus dari keluarga M113.

Kendaraan-kendaraan tersebut dikatakan telah menjadi bagian dari cadangan M113 Angkatan Darat Yordania yang disimpan dalam gudang, dikarenakan mereka sudah menerima kendaraan lapis baja yang lebih baru.

Angkatan Darat Yordania (RJA) mengoperasikan lebih dari 1.000 kendaraan M113A2 dan M113A2MK-2J, termasuk varian khusus seperti Kendaraan Komando M577, M163 Vulcan Air Defense System, kendaraan anti tank M901 TOW, pengangkut mortir M106 dan kendaraan pemulihan lapis baja M806 serta memiliki ratusan kendaraan angkut personel lapis baja M113 termasuk M113A1 dan M113A2.

Berbagi

  24 Responses to “Yordania Tawarkan M113 untuk Sumbang Militer Filipina”

  1.  

    Mantappp.

  2.  

    Yang jatuh ke sugai bwa anak sd dijawa ya tank ini

  3.  

    RI perlu setidaknya 324 – 336 unit M113 untuk 3 divisi Kostrad.

    Namun jika 5 tahun ke depan nambah 1 divisi lagi berarti perlu tambahan 108 – 112 unit lagi sesudah 324 – 336 unit itu tergenap.

    Sehingga sampai 2024 perlu setidaknya 432 – 448 unit M113.

    Itu di luar Anoa, Badak, Pandur, Sanca, Leopard dan Marder.

  4.  

    Yen ra ngitung sedino wae, neng awak linu-linu yo mas @ngitung….hhh

  5.  

    Buat apa yg kek ginian kl sudah bikin anoa..
    Tingkatkan anoa saja..

    Kl duit ada ya smua butuh jd yg kira kira dong.. punya duit kagak !!!

    Coba hitung biaya pengadaan dan perawatan dalam 10 th..

    Untuk hdpi pemberontak aja kan..
    Di papua anoa aja gak bisa maximal

    •  

      Mas Despazito, Amrik aja pakai ini.

      Anoa dan M113 beda fungsi mas.

      Anoa untuk striker brigade combat team berpasangan dengan Badak dan Pandur.

      M113 untuk armored brigade combat team berpasangan dengan Leopard / Harimau Hitam dan Marder.

      Beda striker dengan armored adalah striker brigade maju dulu sebelum armored brigade tiba.

      Lagipula :

      M113 bekas sekitar usd 200 ribu x kurs 13,75 ribu = 2,75 milyar.

      Anoa tipe biasa rp. 12,5 milyar.

      Lagipula M113 walau tidak pakai propeler bisa amfibi sehingga bisa dipakai oleh batalyon ralasuntai (rawa laut sungai dan pantai), satuan baru TNI AD.

      Saya tahu mas Despazito komentar begitu karena mas Despazito tidak mengerti.

      •  

        Adikku tukang hitung..

        Apa yg semua amerika pakai kita tak hrs memakainya semua..
        Amerika pakai nuklier knp adik tdak..
        Amerika pakai DDG knp adik tidak..

        Amerika indonesia kl naik kapal lama apa kl jln kaki dek..

        Coba adik flash ke blkg pada perang vietnam dan korea..
        Yg terkini di suriah dan irak..

        Jadi disini pointnya memfokuskan anggaran sesuai dg kebutuhan bkn keinginan karena kemampuan anggaran sangat terbatas adanya..

        Pernh dengar obrolan warung kopi jendral vietnam ttg china..
        Kilo vietnam tdk utk menghadapi kapal selam dan permukaan china jika terjadi perang..
        Vietnam dlm jangka pendek dan menengah blm saatnya membuat kaprang kasel dan pespur dan tak mau memaksakan diri..
        Lalu apa yg di perbuat vietnam..
        Nah ini seru.. tp yg pasti capaiannya lbh bgs dr yg kita capai..

        Menurut saya adik gak salah.
        Adik benar..
        Hanya saja adik kurang rasional.
        Itu saja…

        •  

          Lho justru itu, kebutuhan berdasar anggaran khan ?

          M113 lebih murah dari Anoa lho.

          Trus memang benar apa yang Amrik pakai tidak selalu kita pakai.

          Amerika pakai APC Stryker, kita pakai Anoa.

          Amerika pakai MGS Stryker, kita pakai Badak dan IFV Pandur.

          Amerika pakai MBT Abrams, kita pakai Leopard dan Harimau Hitam.

          Amerika pakai Bradley, kita pakai Marder.

          Tuh khan banyak bedanya.

          Lagipula untuk mengejar kebutuhan lapis baja, bukankah pindad masih kerja keras untuk menyelesaikan order Anoa, Badak, Sanca, Komodo.

          Butuh supplier selain Pindad untuk mengejar terpenuhinya kebutuhan itu. M113 ready stock tuh. Murah lagi.

        •  

          Bukan bkn bgtcu
          Itu ma cuman beda merk..
          Hahaha..

          M113 menurut adik urgen tidak??
          Andaipun iya tdk urgen tp kl untuk mendukung pindat bolehlah dek..
          Dlm militer jg harus nerapkan ilmu dagang..

        •  

          Ya kalo nggak urgent ngapain kita akuisisi sampai hampir 200 unit sampai sekarang.

          Jika ditinjau harga :

          50 Anoa = 227 m113.

          Dana untuk 50 Anoa yang bisa diproduksi dalam setahun bisa untuk mendatangkan lebih dari 200 M113.

          300 Anoa dalam 1 brigade striker baru bisa diperoleh dalam waktu 5-6 tahun.

          Nanti kalo produksi Pindad udah meningkat drastis menjadi 600% dari yang ada sekarang barulah akuisisi kendaraan lapis baja dari negara lain dihentikan.

          Hal itu bisa dimungkinkan jika Pindad punya tempat yang cukup luas dan itu paling cepat baru 5-7 tahun lagi saat Pindad sudah pindah ke Lampung.

        •  

          Boleh tau gak slm disini M113
          Sudah di pakai utk apa saja..
          Dan penempatannya dimn..

          Ilmu dagangnya beda dek dg ilmu dagangku..
          Dan hasilnya pun sangat berbeda..

          Adek benar
          hanya saja….

  6.  

    Minta Hibah aja ke Yordan…Stock nya banyak banget dia

  7.  

    M113 bekas sekitar usd 200 ribu x kurs 13,75 ribu = 2,75 milyar.————> ini milyar dollar loo bukan rupiah! !!, cukup beli 5 kapal selam kelas u214

    Anoa sebiji 12,5 m rupiahhhh bukan dolar

    •  

      Fayza super ngawur,

      Lihat itu ada kurs !

      BISA BACA NGGAK SIH KALAU ADA KATA “KURS” DI SITU ??????

      Kalau udah ada kurs berarti RUPIAH.

      Kalau milyar dollar lihat tuh di Bremoro ada 36 unit M113.

      Apa itu berarti 36 x 2,75 milyar usd ?

      2,75 milyar itu DALAM RUPIAH.

      Fayza, kalau mau ngetrol dan ngawur, JANGAN NYAMPAH DI SINI !!!!

      Kasihan bung Diego.

  8.  

    @tukang ngitung, jadi m113 sebijinya rp. 200.000 gitu…..?, hahahahaha

  9.  

    Soory, anda benar saya salah

    •  

      Hhhhhhhhhh,… Kalo mau bales lain kali jangan pakai emosi ya Dik. Ntar jadinya kayak yg suka ngawar ngiwir gitu. Sana, sungkeman dulu Ama Om TN, PhD. Hhhhhhhhhh

  10.  

    m113 versi berapa?

  11.  

    Manila ketiban rejeki, baik sekali Yordania, memang sih, kendaraan angkut militer Pinoy sudah pada uzur.

 Leave a Reply