Dec 032014
 

Persoalan listrik itu sangat penting bagi penunjang kegitan manusia modern, karena hampir semua aktivitas membutuhkan listrik. Melihat hal ini, sangat merisaukan karena banyak hal yang terhambat karena energi listrik itu belum ada. Kelangkaan listrik juga di alami di Padang pada waktu yang lalu dan hal ini, menjadi keresahan seorang pria yang bernama Zamrisyaf. Dia kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 19 September 1958 dan sekarang berumur 56 tahun. Dan pendidikan terakhir yang dia capainya itu hanya sekolah tinggi menengah di Muhamadiyah Padang.

Kemudian berangkat dari keresahan yang terbenam dalam hati, dia mencoba melakukan berbagai percobaaan untuk dapat membuat sumber listrik agar kampungnya bisa memiliki listrik. Dengan usaha yang dilakukannya itu, akhirnya dia berhasil menemukan gelombang air laut menjadi sumber listrik. Tapi sebelum menemukan gelombang itu dia sudah melakukan berbagai percobaaan seperti membuat baling-baling sebagai pembangkit listrik. Selanjuntnya bagaimana dia bisa menemukan gelombang air laut bisa menjadi sumber energi listrik.

Ceritanya begini, pada suatu waktu Zamrisyaf sedang menaiki kapal untuk mengarungi Selat Mentawai dan bagi penumpang harus berpegangan agar tidak terhempas dari kapal ke laut. Dan keadaan ini menjadi sebuah pertanyaan dalam benak hatinya, bukankah gelombang laut ini bisa menjadi energi listrik yang akan sangat bermanfaat??. Namun dia masih bingung harus bagaimana untuk dapat memanfaatkan energi gelombang itu. Sehingga pada saat dia sedang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Teluk Buya ke Tanjung Priuk Jakarta dan cuaca badai sangat besar, hingga lonceng kapal bisa bergerak-gerak. Mengetahui hal itu, dia lalu mempunyai ide untuk membuat desain pembangkit listirk tenaga gelombang sistem bandulan (PLTG-SB) yang kemudian di patenkan dengan No.  P00200200854. Pembangkit listrik ini, dapat menerangi 40.000 rumah yang sederhana dengan syarat luas areal lautan lebih 1 KM. PLTG ini sangat banyak membantu untuk wilayah kepulauan yang sangat sulit untuk mendapat listrik.

Sedangkan modal yang dibutuhkan untuk dapat membuat sebuah pembangkit yang besar membutuhkan biayaya sekitar Rp 400 miliar, dengan hitung-hitungan Rp 20 juta untuk setiap Killowat (Kw). Modal yang cukup besar itu hampir sama dengan pembangunan pembangkit listrik PLTA atau PLTU. Akan tetapi penemuannya ini tidak segera direspon oleh pemerintah, sehinga dia pergi merantau ke-Malaysia. Alasannya dia pergi, karena malu dengan masyarakat sekitar yang belum dapat memanfaatkan hasil temuaannya itu. Namun pada tahun 1983 dia mendapat surat dari ibunya untuk pulang, karena dia mendapat penghargaan Kalpataru dari menteri lingkungan hidup. Penghargaan ini menjadi titik balik dalam kehidupannya yang kemudian mengantarkan dia untuk bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dan dia langsung mendapat proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumbar-Riau.

Kesempatan ini tidak di sia-siakannya untuk dapat menimba ilmu secara langsaung dari para ahli yang ada di PLN dan untuk menyempurnakan penemuannya. Namun hingga sekarang penemuan ini belum dapat terealisasi dan mandek di tempat. Karena berbagai persoalan yang dan hambatan mengakibatkan PLTB belum dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini sungguh sangat memilukan dengan apa yang telah di kerjakan oleh Zamrisyaf selama ini.

 

Video :

https://www.youtube.com/watch?v=hpkF5Kou630&noredirect=1

Sumber: jppn.com, indonesiaproud.wordpress.com dan teknologi.kompasiana.com

 Posted by on December 3, 2014

  24 Responses to “Zamrisyaf dan Energi Listrik Gelombang Laut”

  1.  

    pertamaxxxx

    •  

      ahaayyy….sejarah…bisa pertamaxxx….. selamat buat penemuan ini… berharap bisa ditindaklanjuti… ilmuwan pinter2 tapi gak didukung ya sama saja…. Majulah NKRI…!!!!!!!

  2.  

    luar biasa penemuan ini jika sampai dalam tahap miniaturization. cocok untuk radar di tepi laut sehingga hemat biaya listrik

    •  

      Sayangnya penemuan luar biasa ini terhambat dari kurangnya perhatian pemerintah dan kurang nya dana anggaran,
      Seharusnya ini bisa langsung di wujudkan kalao di negeri jepang ,,
      Sekali lagi birokrasi indonesia yg mancet total,,,
      DPR TIADA GUNA
      hal ini tercermin dr setiap ada masukan untuk pendanaan , kalao untuk kunker ke eropa, anggarang langsung MAKWUZZ cair, akan tetapi untuk penanaman modal seperti di PT.PAL kemaren dannya keluar setelah malam 1 syuro
      😛 just imho

      •  

        Jujur saja selama ini yg menghalangi energi alternatif : adalah oknum pemerintah dan BUMN sendiri krn adanya insentif2 dari pembelian BBM dari perusahaan pemasok…saya pernah dengar info ‘fee bbm’ dari seorang rekan audit yg mendapat temuan fee ke direktur suatu perusahaan taksi krn membeli bbm dgn nilai tertentu…dgn asumsi ini maka saya mafhum mengenai sulitnya bbm itu hilang ke energi alternatif lain…jadi carut marut subsidi bbm ini sebenarnya berhubungan …dgn insentif fee…selisih diskon..dll…Harus punya goodwil yg kuat shg terjadi perubahan yg fundamental…Jaman Pak Harto yg kita asumsikan selalu korup pembangunan kilang minyak Dumai, Balongan, Cilacap Balikpapan dilakukan utk memenuhi bbm dalam negeri dimasa reformasi selalu ditunda2 dgn alasan ekonomis..kilang terlalu mahal ..fee kilangnya terlalu rendah BEP rendah..yg jadi masalah kalo kilang g prospektif knp negara jiran selalu memperbaharui kilangnya dan ekspan jumlah produksi secara terus menerus…Inilah sebenarnya..kaitan MAFIA MIGAS ITU…sbg pemburu rente yg sistematis dgn jalur memperpanjang rantai distribusi suatu produk atau barang…knp mereka eksis..yah krn mereka dibuat ‘ADA’ utk keperluan pemilik Kuasa…he7x..

    •  

      izin komentar bung
      Inuki membuat pabrik di AS karna faktor jarak
      perlu diketahui waktu paruh radionuklida hanya 8jam
      jangkauan kita hanya sampe cina dngan waktu paruh segitu
      misal yg dibuuhkan 30 Currei jd kita buat 60Currei karna 30nya ilang dijalan

      tapi ada 1 masalah skrng bung
      bapeten sdang men stop produksi inuki karna faktor perizinan yg sdang di audit
      bapeten tekenal keras
      smoga audit ini mnjadikan inuki yg lebih baik
      Aamin

  3.  

    mantap ni..butuh dukungan politik..

  4.  

    apakah ini bisa untuk menerangi industri atau hanya rumah tangga saja?

  5.  

    Ujung-ujungnya selalu terbentur biaya/permodalan dikala anak bangsa menciptakan sebuah karya yang memukau. Hayoo pemerintah mana nih dukungannya untuk penemuan ini.

    Salam NKRI

    •  

      Bukan dana sebenarnya …tetapi kemauan utk membawa anggaran ke ranah lebih produktif…dgn regulasi insentif yg bagus Amrik membuat perusahaan minyaknya membor shale gas yg akhirnya mendapat windfal shale oil…yg membuat Amrik bisa mengurangi ketergantungan gasnya dari LN dan jg minyak mentahnya……kalo asumsi 700 Trilyun selama 5 thn dipaksakan membeli biosolar dgn bahan baku jarak..saja..walau lebih mahal tapi sebagian duit masih beredar di petani atau pekebun kita..kalo impor murni spt ini..yah 100 % duit mengalir keluar..kemudian regulasi yg memaksa pemakaian bio solar sampe 50 % kandungan..kan bisa dibuat itu artinya mengurangi impor bbm solar 50 % dari skr..disamping jg ramah lingkungan…kalo pemerintah mau sedikit berotot saja..pemakaian Vigas bisa dipaksakan yg harganya Rp 4000 perliter..kalo alasan SPBU..dgn insentif dan sedikit crash program..tdk sampe 3 thn Jawa Sumatera bisa beralih ke Vigas..krn root cause subsidi energi di Indonesia sebenarnya hanya Jawa & Sumatera..yg lain sih hanya figuran…kalo Jawa Sumatera selesai..yg lain sdh signifikan.. IMHO..

  6.  

    Selamat pagi. lumayan masuk 10 besar..

  7.  

    Selamat pagi pencinta JKGR..

  8.  

    cost investasi terbarukan masih terasamahal jika dibanding dengan energi fosil seperti batubara,
    jadilah tidak menarik untuk saat ini,

    Wind turbine, Biomassa , Arus laut, panas bumi, tidak akan berkembang ..

    apalagi yang punya bohir dan punya kewenangan punya tambang batubara yang sangaaaaaaat luas.

    saat ini jangan harap banyak tentang energi terbarukan bisa berkembang di indonesia,
    peraya deh .. paling disuruh bertahan hidup dengan sendirinya , kalau tidak ya silahkan mati ..

    jika masih nggak percaya
    mohon dicek berapa anggaran APBN kita untuk pengembangan energi alternatif seperti ini,

    saya pernah dengar dari staf Dr. Eniya yang pengembang fuel cell

    dia hanya punya anggaran 75 juta untuk 1 tahun

    ngenesssss

  9.  

    Pernah nton acra ttg future technology d tvri, ttg alat PLT ombak laut di swedia, dirancang menyerupai ular yg besar dan panjang.listriik d hasilkan dari tong2 yg mnyusun badan ular tersebut.berpegas.prinsipnya dr kinetik jadi listrik.gardu listrik (power saver) ad d darat

  10.  

    seharusnya pemerintah kita harus menindak lanjuti penemuan ini, n semoga pemerintah mendengar dan mau membiayainya… sumber daya listrik yg ga akan ada habisnya… majulah Indonesia q !

  11.  

    negeri prototipe…
    cuma akan jadi wacanaa dan khayalan saja kayaknyaa…

  12.  

    jika di indonesia tdk bermanfaat ,bisa diajak negara lain untuk mengembangkan.agar kreatifitas ilmuewan indonesia tdk mati.

  13.  

    sumber daya alam indonesia yang sangat besar dan tidak bisa habis ada 2 yaitu gelombang air laut dan panas bumi karena indonesia memiliki banyak gunung yang aktif. namun semua itu baru di lakukan pengujian dan percobaan seperti contoh salah satunya di atas itu dan kalo indonesia dapat menguasai itu semua indonesia akan menjadi negara yang luar biasa dalam mengelola sumber daya alam yang ada
    salam NKRI

  14.  

    Sebenarnya Energi Terbarukan & BBN itu MELIMPAH di Indonesia..PERTANYAANNYA kenapa semua Terkonsentrasi di BBM..tanya KENAPA..??